Belgia Tertarik Impor Keripik Pisang Asal Jabar

0
1439
Ilustrasi keripik pisang

BANDUNG – Pemerintah Kerajaan Belgia tertarik pada sejumlah komoditi asal Jawa Barat seperti keripik pisang, abon, gula aren, serta lada hitam dan putih.

Bahkan, negara ini meminta komoditi itu segera diekspor terkait permintaan tersebut. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Rosmaya Hadi membahas rencana kedatangan Putri Astrid dengan ratusan pengusaha asal Belgia, Maret mendatang.

“Ada permintaan barang yang bisa diekspor ke sana (Belgia). Di antaranya abon, keripik pisang, gula aren, dan lada hitam dan putih,” ucapnya di Gedung Sate, kemarin.

Aher menuturkan, ada beberapa kendala untuk memenuhi permintaan ekspor tersebut. Salah satunya adalah komoditi yang diminati adalah produk usaha kecil menengah. Di mana kemampuan produksinya tidak terlalu besar.

“Volume harus diperbesar. Kalau kecil tidak bisa memenuhi permintaan mereka juga,” ujar nya. Kemudian kendala lainnya adalah untuk komoditi abon. Karena harganya bisa dibilang tidak akan stabil. Tergantung harga daging sapi dan ayam sebagai bahan baku utama dalam pembuatan abon.

“Abon agak sulit bahan bakunya. Karena bahan bakunya daging cukup mahal. Harga daging di sana (Belgia) mungkin lebih murah,” ucap dia. Sedangkan untuk produk seperti kripik pisang dan gula aren, masih bisa memungkinkan untuk dipenuhi kebutuhannya. Namun perlu ada upaya untuk meningkatkan jum lah produksi. Bisa melalui kelompok usaha atau cara lainnya. Agar dapat memenuhi permintaan dari Belgia.

“Kita harus lihat juga apa kita cukup atau seperti apa. Jangan-jangan kebutuhan di Jabat juga pas atau kurang. Peluang-peluang ada, tapi harus mengkalkulasi untuk me menuhinya,” tandas dia. Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Rosmaya Hadi membenarkan jika Belgia cukup tertarik pada empat komoditi itu. Namun pihaknya akan membantu pemerintah provinsi untuk menawarkan sejumlah potensi lain di Jawa Barat yang dapat dikerjasamakan.

“Kami kerja sama dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri), sektor mana saja yang bisa dikerjasamakan. Saat ini Belgia baru tertarik hanya empat, yaitu lada hitam dan putih, gula aren, keripik pisang, dan abon,” ucapnya. Kedatangan Putri Astrid bersama sekitat 110 pengusaha merupakan peluang baik untuk menawarkan potensi eko nomi di Jawa Barat. Pertanian, perkebunan, dan pariwisata adalah potensi besar yang dimiliki Jawa Barat.

“Nanti kita perkenalkan juga soal energi, Tegalluar, Kertajati, dan lain-lain. Pokoknya banyak,” kata dia. Dia menambahkan akan ada bangak kegiatan yang dilakukan saat kunjungan Putri Astrid bersama ratusan pengusaha Maret nanti.

Di antaranya adalah pertemuan antara pengusaha Belgia dan Jawa Barat, seminar, pertemuan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan kegiatan budaya. “Jadi banyak yang bisa dimanfaatkan pada acara nanti,” pungkasnya.

Sumber: Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here