Komunitas Wirausaha Muslim (KWM) akan melaunching Program 1000 Bakiak untuk Masjid. Kegiatan ini dilakukan agar produsen di tingkat kecil mampu bersaing dengan produk import.
“Program ini sebenarnya hanya simbol kesungguhan kami untuk membantu para UKM. Terlalu muluk jika hanya dengan meng-order 1000 bakiak langsung pengerajin bakiak sukses dengan usaha bakiaknya,” kata Wirawan Dwi Humas Komunitas Wirausaha Muslim seperti pada release yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (2/1/2015).
Meskipun demikian, kata dia, program ini cukup membuat bahagia para pengerajin bakiak di Singosari Malang yang sudah lama gulung tikar.” Mereka sudah bangkrut sejak sekitar 15 tahun lalu,” tegasnya.
Dulunya, lanjutnya, ada sebuah kampung di Singosari bahkan terkenal sebagai kampung bakiak. Hampir semuanya pengerajin bakiak. Namum kejayaan kampung bakiak tinggal legenda. Karena sudah tidak ada order, merka tutup dan beralih profesi.” Informasi yang saya dapatkan mereka beralih profesi menjadi buruh bangunan, jualan meracang dan lain-lain,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, bakiak itu unik, tinggal dipikirkan ulang tentang produk itu mau diapakan.” Peran pemerintah dan komunitas seperti kami yang diharapkan dari mereka untuk mendampingi,” tegas pria kelahiran 1978 ini.
Selain itu, program yang digelar oleh Komunitas Wirausaha Muslim ini ternyata disambut sangat baik oleh masyarakat.
Fikri Abbas koordinator kegiatan ini menyampaikan, hanya dua hari target pengumpulan donasi untuk 1000 bakiak terpenuhi.” Padahal kami hanya mempublisnya via media sosial,” kata member KWM yang juga pengusaha kebab ini.
Bahkan, menurutnya, donasi terus masuk melalui transfer rekening meskipun target 1000 Bakiak sudah terpenuhi.” Kami baru bisa menutupnya setelah terkumpul 1700 bakiak. Karena selain mengumpulkan donasi, kita juga punya tugas mendistribusikan ke-1700 bakiak itu,” ujar Fikri.
Distribusi Bakiak, lanjut Fikri, akan disasarkan untuk masjid-masjid baik di kota maupun di daerah.” Surabaya tentu saja yang akan dapat prosentase paling besar, Masjid Cheng Ho salah satunya,” katanya.
Selain Cheng Ho, Masjid seperti Masjid Nasional Al Akbar Surabaya juga menjadi salah satu tempat distribusi.”Kita juga menyalurkannya di masjid perkantoran dan mal-mal di Surabaya,” katanya.
Selain Surabaya, daerah-daerah lain seperti Sidoarjo dan Gresik juga menjadi salah satu tempat penyaluran.” Ada juga masjid di Palembang yang minta, kita kirimkan 300 pasang ke sana,” ujarnya.
Program-program yang menstimulus para pengusaha kecil, kata Faris Aziz Ketua KWM akan terus digelar.” Dalam waktu dekat kita juga akan melaunching program 1000 hijab untuk Muallaf. Ini juga dalam rangka menguatkan temen-temen pengusaha muslim yang bergerak di bidang garmen,” ucapnya.
Komunitas Wirausaha Muslim, kata Faris, akan berupaya semaksimal mungkin andil dalam memperjuangkan para para pengusaha di kelas bawah dan menengah dengan cara menyetimulus mpengusaha di level bawah dan menengah dan aktif menyeru ke masyarakat untuk memilih produk lokal.” InsyaAllah kita akan bangkit bersama!” tegasnya.
Sumber: suarasurabaya.net




























