Kamu lagi membangun brand? Ingat kata Pak Bi, brand layak disebut brand kalo punya value
sebagai pembeda dengan yang lain. Kenapa mesti beda? Karena kalo sama aja, audiens gak
bakal menilai kamu sebagai sesuatu yang istimewa, alias standar aja, dan nggak menarik. Kalo
gak menarik, jangan harap mereka mau datang sama kamu. Terlebih customer zaman
sekarang cerdas dan tau banget apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Tuntutan mereka
akan lebih tinggi. Dan kamu, sebagai business owner, mesti nangkep ini jadi suatu peluang.
That’s why you have to be different.
You have to build a special value.
You have to be stand-out in the crowd.
Biar apa? Biar bisnismu sustain lama. Berdiri tegak dalam jangka panjang. Seliar apapun
kompetitor-kompetitor di luar sana, kamu tetap kuat dan istimewa buat customer-mu. Karena
mereka tau kamu tetap yang terbaik dan sangat diandalkan. Maka, jadilah beda.
Coba ambil resiko untuk menampilkan hal baru dan gak biasa. Jangan cuma mengikuti formula
yang sudah ada di pasaran. Untuk bisa sukses, kamu harus bisa menantang diri sendiri
melakukan gebrakan yang beda dan out of the box.
Untuk menciptakan value, mulai dengan mindset ini: customer punya NEEDS and WANTS.
Poinnya disini, apakah produk kamu bisa meng-cover kedua hal ini? Gak cuma bisa memenuhi
kebutuhan, tapi juga mengabulkan keinginan customer. Makanya Philip Kotler akhirnya
mengkategorikan produk jadi 5 level:
CORE BENEFIT
Ini mengacu pada kebutuhan yang sangat mendasar, dimana merupakan produk yang
memenuhi kebutuhan paling primer dari konsumen.
Contoh: hotel menyediakan tempat menginap bagi mereka yang berada sedang melakukan
perjalanan.
GENERIC PRODUCT
Produk ini mampu memberikan benefit fisik yang sedikit lebih dari core benefit, tapi masih
nggak punya diferensiasi. Biasanya generic product masih berkutat sama persaingan harga
dibanding membangun brand equity.
Contoh: hotel menyediakan handuk dan kamar mandi.
EXPECTED PRODUCT
Ini mengacu pada produk yang sudah ditambahkan fitur tertentu yang bisa meng-cover
ekspektasi customer, tapi belum bisa dianggap punya diferensiasi spesial.
Contoh: hotel menyediakan fasilitas wifi.
AUGMENTED PRODUCT
Produk dengan variasi inovatif atau fitur ekstra, dimana jadi sebuah diferensiasi yang bisa
membuatnya stand out in the crowd. Ini dia yang dimaksud dengan produk yang punya
keistimewaan tersendiri.
Contoh: hotel punya fasilitas tour guide.
POTENTIAL PRODUCT
Ini serupa dengan augmented product, tapi yang sudah ditambah dengan improvement yang
bahkan relevan di masa mendatang untuk bisa konsisten memuaskan customer.
Contoh: hotel memberikan special gift dan privilege.
Sudah terbayang mau bikin produk seunik apa?
Penulis: Nungki Mayangwangi


























