POS KUPANG.COM, BAJAWA — Pemerintah Kabupaten Ngada melanjutkan lima prioritas pembangunan di tahun 2015.
Kelima prioritas pembangunan tersebut, yakni pengurangan proporsi penduduk miskin melalui program perak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana-prasarana wilayah, penanggulangan bencana dan penguatan kelembagaan ekonomi, politik, budaya serta pembangunan percepatan reformasi birokrasi.
Hal itu tertuang dalam kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Ngada tahun 2015. Kebijakan pembangunan tersebut untuk menjawabi beberapa permasalahan yang ada di Kabupaten Ngada, antara lain, masih tingginya jumlah penduduk miskin.
Berdasarkan publikasi BPS tahun 2014 menunjukkan, jumlah KK miskin 16.800 orang atau 11,19 persen dari jumlah penduduk Ngada. Masih rendahnya tingkat pendapatan perkapita masyarakat sehingga mengurangi kemampuan masyarakat dalam mengakses ke sektor pendidikan dan kesehatan. Belum berkembang semangat kewirausahaan masyarakat untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif, baik di sektor pertanian maupun sektor usaha kecil menengah (UMKM).
Selain itu, terbatasanya ketersedian rumah layak huni bagi masyarakat, terbatasnya ketersedian sarana air bersih dan sarana jalan dan jembatan menuju wilayah kantong produksi. Masih terbatasnya akses masyarakat usia sekolah pada jenjang pendidikan tertentu, yakni di jenjang SMP, SMA/SMK, terbatasnya kuantitas dan kualitas tenaga medis, peralatan medis dan kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Ngada.
Untuk menjawabi permasalah tersebut, pemerintah melaksanakan lima prioritas pembangunan di tahun 2015 melalui beberapa program, yakni program pemberdayaan ekonomi rakyat (perak) di sektor peternakan, kehutanan sesuai potensi wilayah. Pengembangan sistem manajemen pertanian hortikultura (Simpatik) untuk memenuhi kebutuhan sayur-sayuran di pasar lokal dan regional. Pengembangan agribisnis kopi arabika Flores Bajawa melalui peremajaan tanaman, perluasan areal tanam, dan penguatan unit pengelolaan hasil (UPH).
Di prioritas peningkatan kualitas SDM meliputi, program tuntas wajib belajar 12 tahun dengan memberikan bantuan operasional siswa daerah (bosda), membuka akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi, melanjutkan kemitraan dengan Undana dan menyiapkan master plan kampus Undana Bajawa. Pemberian bantuan operasional kesehatan daerah (Bokda), pemberian beasiswa bagi siswa/i berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran, pemberian kartu jaminan kesehatan masyarakat Ngada (JKMN).
Sumber: Tribunnews.com























