
Jakarta – Imbas pelemahan ekonomi dalam negeri membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, menurut data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai 26.500 orang.
Namun, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengaku tak khawatir dengan pelemahan ekonomi nasional. Menurut dia, tenaga kerja di UKM justru tumbuh meski tak terlalu signifikan.
“Kalau UKM terutama yang bahan bakunya lokal tidak ada masalah. Termasuk yang bahan bakunya impor seperti tahu, itu malah naik tenaga kerjanya,” ungkap Puspayoga, usai hadiri Peluncuran Gerakan Bangga Koperasi, di Gedung SMESCO UKM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2015).
Ia mencontohkan UKM warung makan seperti Warteg (Warung Makan Tegal). Dengan omzet sebesar Rp1,5 juta per hari, Warteg mampu tumbuh di tengah pelambatan ekonomi. Bahkan, dengan kredit pinjaman dari pemerintah melalui KUR, Warteg tersebut dapat menambah jumlah pegawai mereka.
“Contohnya Warteg. Tadi pagi saya tanya, ada ibu pinjam Rp20 juta, sehari dia dapat Rp1,5 juta. Rp1,5 juta per hari itu besar. Sekarang dengan adanya pelemahan ekonomi kan tidak ada pengaruh ke mereka. Sekarang dia pinjam Rp20 juta untuk buka Warteg lagi, tenaga kerjanya tiga orang, kan nambah lagi,” paparnya
Puspayoga mengatakan, pelemahan ekonomi memang membuat pemerintah diminta untuk terus menggenjot UKM. Menggunakan lebih banyak bahan baku lokal, diharap kinerja UKM dapat mendorong perekonomian nasional di tengah pelambatan ekonomi global.
Maka itu, pemerintah berencana akan menurunkan suku bunga kredit pinjaman KUR menjadi sembilan persen untuk menggenjot sektor UKM. “Fungsi pokok kita pembiayaan dan penguatan koperasi. Maka kita berjuang bagaimana bunga kredit bisa diturunkan dari 22 persen menjadi 12 persen, dan akan turun lagi menjadi sembilan persen,” tutup Puspayoga.
Sumber: Metrotvnews.com























