Inspirasi Jaringan Tubuh Lahirkan Batik Motif Histologi

0
1209
Mahasiswa FKU UGM memamerkan Batik Histologi (sumber: ugm.ac.id)

Batik biasanya terinspirasi dari alam sekitar maupun mitologi. Namun, ada juga batik yang terinspirasi dari jaringan tubuh makhluk hidup. Kumahargyan Batik, kreasi mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Umum (FKU) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengusung tema jaringan tubuh (histologi) yang dituangkan dalam warna yang menarik.

Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nisa Karima, Nurulita Ainun Alma, dan Hilda Dwi Mahardiani yang menciptakan kreasi batik ini. Ide membuat kreasi batik histologi ini mengantar kelimanya meraih dana DIKTI tahun 2013 dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K).

Menurut Nisa, mereka memilih pola jaringan tubuh makhluk hidup karena belum pernah ada yang memakainya sebagai motif batik. Meskipun hanya bisa dilihat melalui mikroskop, jaringan tubuh memiliki bentuk yang bagus. Ide awal pembuatan batik bermotif jaringan tubuh ini bermula ketika dirinya dan keempat rekannya mempelajari histologi di semester awal perkuliahan. Sang dosen menjelaskan tentang berbagai struktur jaringan tubuh, salah satunya alat penyaring darah di ginjal atau ginjal glumerulus.

Karena bentuknya yang indah, sang dosen juga sempat berkata struktur ginjal tersebut bagus seandainya dituangkan menjadi motif batik. Dari situ, Nisa dan kawan-kawan memulai pembuatan kreasi batik histologi.

Saat ini, batik Kumahargyan diproduksi dalam dua desain, yakni motif muskuloskeletal dan motif fertilisasi-implantasi dengan berbagai warna. Motif muskuloskeletal menggambarkan sistem pergerakan otot, rangka, dan tulang. Sedangkan motif fertilisasi-implantasi merefleksikan proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim.

Kumahargyan batik dibuat dengan berbagai warna yang berbeda. Untuk motif muskuloskeletal tersedia dalam lima warna yaitu ungu aquatic, ungu putih, biru merah, hijau aquatic, dan orange pink.  Sementara motif fertilisasi-implantasi dibuat dua warna yaitu gradasi merah dan gradasi coklat hijau.

Rekan Nisa, Hilda, menambahkan batik Kumahargyan sementara diproduksi dalam jumlah terbatas pada setiap warna. Dengan begitu, konsumen tidak perlu merasa khawatir batik yang digunakan menjadi pasaran atau mainstream. Untuk memperolehnya, masyarakat bisa melakukan pemesanan secara online di akun Facebook (FB) Kumahargyan Batik atau twitter @kumahargyan. Batik motif muskuloskeletal dibanderol dengan harga Rp. 145.000 per dua meter, sedangkan motif fertilisasi-implantasi dihargai Rp. 165.000,- per dua meter.

Batik Kumahargyan dikerjakan dengan metode cap semi tulis. Proses produksinya dilakukan secara kemitraan dengan pengrajin batik di daerah Pandak Bantul, Yogyakarta. Dalam kemasan batik, disertakan juga informasi terkait arti pola histologi dan info kesehatan lainnya, dengan harapan bisa memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat. 

 

Disadur dengan berbagai perubahan dari:

http://www.tribunnews.com/regional/2014/06/28/mahasiswa-fku-ugm-lahirkan-kreasi-batik-motif-histologi

https://ugm.ac.id/id/berita/9079-batik.jaringan.tubuh.kreasi.mahasiswa.fk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here