Jakarta -Indonesia memang harusnya berbangga sebagai negara kepulauan dengan luasnya laut yang dimiliki. Keunggulan ini seharusnya dimanfaatkan dengan optimal, salah satu carannya dengan memproduksi garam.
Kondisinya sekarang, kebutuhan garam di dalam negeri masih mengandalkan impor. Tercatat pada April 2015, garam yang diimpor mencapai 95.164 ton atau setara dengan US$ 4,5 juta.
Demikianlah data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS), dikutip detikFinance, Jumat (5/6/2015)
Sementara itu pada periode Januari – April 2015, impor garam mencapai 486.509 ton atau US$ 21,8 juta. Memang jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yang sebesar 858.971 ton atau US$ 39,9 juta.
Berikut negara asal impor garam:
Australia 47.235 ton atau US$ 2,3 juta
India 47362 ton atau US$ 1,9 juta
Selandia Baru 552 ton atau US$ 223 ribu
Singapura 4,1 ton atau US$ 20 ribu
Negara lainnya 11,4 ton atau US$ 6.382
Sumber: Detik.com


























