Wisata ke Cirebon

0
1241

Setelah membahas wisata kuliner di part 1 dan part 2, kali ini Admin akan menceritakan beragam objek wisata yang dikunjungi oleh tim RumahUKM.com di Cirebon.

Wisata Batik Trusmi

Setelah kenyang makan siang di Nasi Jamblang Bu Nur, rombongan menuju Pesona Batik yang terletak di ujung kawasan Trusmi. Pesona Batik menempati gedung kantor pos peninggalan Belanda dan dihiasi oleh berbagai perabot antik dan unik. Untuk masuk ke dalam Pesona Batik, pengunjung harus melepas sepatu yang diletakkan di rak yang telah disediakan. Kaki terasa dingin menyentuh lantai semen, memberi kesan teduh di dalam butik yang kontras dengan cuaca panas Cirebon siang itu.

15802499956_56e1d9595a_o
Di Pesona Batik, ada lampu-lampu unik yang terbuat dari bakul nasi dan kacamata seperti lampu ini

Menurut Mbak Sally Giovanny, pemilik toko batik terbesar di Indonesia dan pemegang rekor MURI Batik Trusmi, koleksi di Pesona Batik lebih eksklusif dibandingkan yang ada di Pusat Grosir Batik Trusmi. Butik berkonsep heritage (budaya) ini juga menjual kain batik kuno. Tidak heran, harga kain batik disini dibanderol dari kisaran Rp 100,000 hingga Rp 2,000,000. Tidak hanya kain, berbagai blazer, kemeja, dan dress batik juga bisa anda pilih disini.

Dari Pesona Batik, Sally membawa rombongan Rumah UKM menuju Pusat Grosir Batik Trusmi. Kami disambut dengan ritual pengalungan bunga di pintu masuk toko. Puas melihat-lihat dan belanja, kami disuguhi Tahu Gejrot dan berbagai minuman dingin sambil lesehan.

Wilayah Trusmi adalah sentra produksi batik di Cirebon. Konon, nama Trusmi adalah nama seorang murid dari Sunan Gunung Jati, yaitu Ki Gede Trusmi yang mengajarkan Islam dan cara membatik kepada penduduk.

Di Trusmi, pengunjung akan menemukan dua jenis batik yaitu batik pesisir dan batik keraton. Hal ini berkaitan dengan keberadaan dua keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman yang memunculkan beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang masih dikerjakan oleh masyarakat di desa Trusmi. Motif-motif ini antara lain Mega Mendung, Singa Barong, Singa Payong, Patran Keris, dan lainnya. Batik Cirebonan sendiri terdiri dari batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi tulis cap. 

Pusat Grosir Batik Trusmi berada di Jl. Syekh Datul Kahfi, Plered, Cirebon.

Gua Sunyaragi

Setelah sarapan di hotel esok paginya, kami mengunjungi Gua Sunyaragi yang tengah dipugar. Tempat wisata Cirebon yang satu ini adalah sebuah kawasan cagar budaya dengan luas area 1.5 hektar yang dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon. Dulu, Gua Sunyaragi digunakan sebagai tempat bertapa dan beristirahat Sultan Cirebon. Sunya artinya sepi, Ragi artinya raga, atau tempat untuk bermeditasi (menyepi). Maka Gua Sunyaragi berarti raga yang sunyi. Dengan bentuk yang unik dan sejarah yang mengesankan, diharapkan Gua Sunyaragi mengundang semakin banyak turis baik lokal maupun mancanegara.

20141119_102604-1024x576
Gua Sunyaragi, gua unik yang terbuat dari batu karang

Untuk penggemar fotografi, siap-siap bawa memory card  dengan kapasitas besar karena Gua Sunyaragi sangat artistik. Untuk memasuki kawasan Gua Sunyaragi, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 10 ribu, terbuka untuk umum dari pukul 8 pagi hingga 4 sore.

Keraton Kasepuhan Cirebon

Pada tengah hari, kami bergerak menuju Keraton Kasepuhan Cirebon. Inilah keraton paling megah di Cirebon. Keraton Kasepuhan dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati). adalah Keraton Pakungwati sebagai bentuk penghormatan kepada Pangeran Mas Mochammad Arifin yang juga bergelar Panembahan Pakungwati I.

Arsitektur Keraton Kasepuhan adalah percampuran kebudayaan Jawa-Sunda dengan berbagai kebudayaan lainnya, seperti Cina, India, Arab dan Eropa. Keberadaan dua patung macan putih di gerbang keraton melambangkan bahwa Kesultanan Cirebon merupakan penerus Kerajaan Padjajaran serta memperlihatkan pengaruh agama Hindu pada masa itu. Gerbang Keraton menyerupai pura di Bali, ukiran daun pintu gapura yang bergaya Eropa, pagar Siti Hingilnya dari keramik Cina, serta tembok bata merah khas Jawa yang mengelilingi keraton menjadi bukti akulturasi semua budaya tersebut.

15640956437_060579c23b_k
Suasana asri di Keraton Kasepuhan Cirebon

Di dalam Keraton juga terdapat museum yang menyimpan aneka benda pusaka, seperti hadiah dari kerajaan lain dan lukisan koleksi kerajaan. Admin berkesempatan melihat kereta kencana Keraton Kasepuhan yang bernama Singa Barong. Kereta kencana ini telah diakui oleh ilmuwan Belanda sebagai kereta kencana tercantik di dunia. Selesai dibuat pada tahun 1600-an, kereta Singa Barong sudah memiliki teknologi suspensi layaknya mobil masa kini.

Ada juga lukisan Prabu Siliwangi yang seakan bisa bergerak apabila kita bergeser dari kiri ke kanan. Kaki Prabu Siliwangi dan mata harimau seakan mengikuti gerak kita. Menurut pemandu keraton, sang pelukis mendapat ilham lukisan tersebut dari mimpinya. Unsur magis yang kental membuat Admin mengurungkan niat untuk memotret lukisan tersebut.

Di dalam kompleks Keraton Kasepuhan juga terdapat Masjid Agung Sang Cipta Rasa, persis bersebelahan dengan alun-alun keraton. Masjid agung ini pada awalnya bernama Masjid Pakungwati, mengikuti nama keraton yang dahulu bernama Keraton Pakungwati. Masjid inilah yang dibangun oleh para wali pada masa Sunan Gunung Jati memerintah sebagai sultan pertama di Kesultanan Cirebon. Pada lokasi mihrab, terdapat tiga buah batu tegel lantai khusus yang dulu dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga. Ada sempilan pintu di masjid ini yang menyimbolkan Wali Songo.

Perjalanan ke Cirebon ini berkesan bagi kami karena Cirebon menyimpan potensi wisata dan UKM yang besar. Motif batik yang khas, makanan yang lezat, serta anak muda yang semangat berwirausaha membuat kami yakin bahwa hanya dalam hitungan tahun Cirebon akan menyusul kota-kota besar lainnya. Hanya saja, masih dibutuhkan edukasi untuk masyarakat lokal agar lebih  sadar dengan potensi yang dimilikinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here