Keesokan harinya di hari Minggu yang panas di Surabaya, kami makan siang di Soto Ayam Lamongan Cak Har di Jalan Ir. H. Soekarno atau Jalan Merr. Ketika kami sampai disana pukul 12 siang, area parkir sudah sangat ramai, namun lebih ramai lagi ketika kami berada di dalam. Untungnya Cak Har menempati tempat yang besar dengan meja-meja panjang sehingga bisa ditempati oleh banyak pengunjung. Restoran yang berawal dari warung sederhana di Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya ini nggak pernah sepi pengunjung dari pagi hingga makan malam, lho!

Khasnya Soto Lamongan Cak Har ini ada pada bubuk koya yang khas. Dengan hanya menambahkan perasan jeruk nipis, tanpa sambal atau tambahan kecap, soto ini sudah sangat nikmat. Meski untuk beberapa orang, soto ditempat lain pun tidak kalah nikmatnya. Memang Jawa Timur terkenal dengan bermacam-macam soto! Luar biasa kayanya makanan di Indonesia.

Setelah kenyang makan soto, kami dijemput oleh Nuril yang kami kenal sejak sharing pertama Bukan Akademi di Surabaya April 2014 untuk beranjak ke Raja Duren. Sayangnya, pemilik Raja Duren, Ayu, mendadak harus berangkat ke Bali dan nggak jadi bertemu dengan kami. Di Raja Duren, Pak Bi temu kangen dengan beberapa teman-teman UKM Surabaya, diantaranya Nuril (@BillionaireIsMe) dan Faiz (@FaizFaeruz dari @Toaststory).
Pak Bi juga sempet coba Sate Kelapa dan kuliner favorit beliau di Jawa Timur yaitu Rujak Cingur. Rujak yang satu ini berbeda dengan rujak lainnya, karena dilengkapi dengan irisan cingur atau moncong sapi yang telah direbus dengan irisan buah seperti krai (timun khas Jawa Timur), bengkuang, nanas, mangga muda, dan kedondong. Tak lupa lontong, tempe, dan tahu melengkapi Rujak Cingur. Terakhir, rujak dilumuri oleh sambal petis dan dihidangkan dengan kerupuk.
Alamat:
Soto Ayam Lamongan Cak Har: Jl. DR.Ir.H.Soekarno (MERR) Surabaya & Jl Arief Rachman Hakim, Surabaya, Jawa Timur 60111


























