Produk Mainan Tradisional Jadi Alternatif Bersaing di MEA

0
927

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengembangan mainan tradisional dapat dijadikan produk alternatif untuk bersaing di MEA yang akan dibuka pada akhir tahun ini. Hal ini dilakukan setelah pengusaha mainan dirundung masalah ketergantungan impor bahan baku serta pelemahan rupiah, peralihan ke mainan tradisional dirasa akan mampu dijadikan alternatif produk untuk bersaing dengan mainan impor di MEA 2015.

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Sutijiadi Lukas mengatakan bahwa pelaku usaha mainan tengah menggadang-gadang produk mainan tradisional sebagai alternatif, tentunya untuk memenuhi standar internasional perlu dilakukan beberapa modifikasi agar tidak kalah dengan mainan modern.

“Sekarang kita sedang gencarkan pembinaaan terhadap IKM (industri kecil menengah) untuk kembali mengembangkan mainan tradisional. Seperti kapal air, truk dari kayu bahkan gasing. begitu juga untuk industri menengah ke atas kita arahkan ke sana, tentunya ini pelan-pelan bisa mengurangi ketergantungan pada impor,” tuturnya di Jakarta pada Rabu (25/3).

Saat ini angka penjualan pengusaha mainan Indonesia sedang terpuruk, hal ini tercermin pada omset yang turun drastis, dari rata-rata capaian Rp2 miliar menjadi Rp700 juta untuk satu perusahaan. Adapun pelaku usaha yang tergabung dalam AMI berjumlah 800 industri menengah ke atas. Sedangkan untuk pengusaha kelas kecil atau home industry belum termasuk dalam data tersebut.

Sumber: jitunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here