Peter Thiel (2014) menyebutkan hanya ada satu cara agar bisnis dapat bertahan hidup, yaitu Profit dari Monopoli. Oleh karena pada persaingan yang monopolitik, perusahaan dapat menaikkan harga diatas harga pasar dan mengurangi produksi untuk mendapatkan profit yang lebih besar.
Peter Thiel menjelaskan monopoli dapat dilakukan kombinasi dari keunggulan teknologi, jaringan, skala ekonomi dan Brand.
π¬ππππ ππππππππ ππ ππππππ, πππ ππππ πππππππ πππππ ππππ πππππππππππ ππ πππ πππππππππ πππππππππππππππ: πππππππππππ ππππππππππ, πππππππ πππππππ, πππππππππ ππ πππππ, πππ π©ππππ πππβ (Peter Thiel, 2014).
Bagi yang biasa menggunakan cara pikir βBisa Bikin Brandβ, bisa menyadari bahwa inilah yang membedakan dan sekaligus keunggulan dari βBisa Bikin Brandβ.
Metode ini mendorong kita untuk menciptakan βProduk yang Memberi Pengalaman bagi Konsumenβ dan sekaligus membentuk βNew Categoryβ dan Produk Kita yang menjadi satu-satunya pada Category tersebut.
Cuma seringkali dalam prakteknya, perjalanan ini terhenti saat berada pada pilihan βAkankah menaikkan harga diatas harga pasar ?β
Kita terlalu sering bermain di pasar persaingan sempurna dengan “harga pasar”, sehingga untuk masuk ke βpersaingan monopolisticβ, selalu muncul keraguan.
βAdakah yang Beli?β
Penulis : Jfsebayang


























