Pentingkah Tagline untuk UKM di Indonesia?

0
389
admin

rumahukm.com. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, terutama di kalangan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, banyak yang masih menganggap branding sebagai hal “kelas atas” — sesuatu yang hanya perlu dipikirkan oleh perusahaan besar. Namun, menurut Subiakto Priosoedarsono, atau yang akrab dikenal sebagai Pak Bi, justru UKM-lah yang paling membutuhkan kekuatan branding, dan di dalamnya, tagline memainkan peran yang sangat penting.

“Tagline itu janji, bukan sekadar slogan.”

Itulah kalimat yang sering diungkapkan oleh Pak Bi. Bagi beliau, tagline bukan hanya kumpulan kata manis, melainkan pernyataan posisi dan janji dari sebuah merek kepada konsumennya. Dalam dunia UKM, di mana kepercayaan dan kedekatan personal sering menjadi alasan utama konsumen memilih sebuah produk, tagline bisa menjadi pembeda yang sangat kuat.

Mengapa Tagline Penting Menurut Pak Bi?

1. Tagline Membangun Kejelasan

Pak Bi selalu menekankan pentingnya kejelasan dalam komunikasi merek. UKM harus bisa menjawab: Kita ini siapa? Untuk siapa? Apa yang kita janjikan? Tagline membantu merangkum jawaban itu dalam satu kalimat kuat yang mudah diingat dan dipahami.

2. Tagline Membantu UKM “Naik Kelas”

Menurut Pak Bi, salah satu tantangan UKM di Indonesia adalah kurangnya kesadaran merek (brand awareness). Dengan tagline yang tepat, sebuah bisnis kecil bisa terlihat lebih profesional, terarah, dan membangun kredibilitas lebih cepat.

3. Tagline Menjadi Kompas Bisnis

Tagline yang dirancang dengan benar tidak hanya untuk konsumen, tapi juga sebagai pengingat internal. Ia berfungsi sebagai kompas dalam mengambil keputusan bisnis, mulai dari pelayanan, pemasaran, hingga inovasi produk. Jika tagline Anda “Cepat dan Ramah”, maka semua aspek bisnis Anda harus mencerminkan kecepatan dan keramahan.


Studi Kasus dari Lapangan

Pak Bi telah banyak mendampingi UKM, mulai dari warung kopi, toko oleh-oleh, hingga produk lokal berbasis komunitas. Banyak dari mereka awalnya tidak punya tagline atau malah meniru gaya brand besar. Setelah didampingi, tagline mereka berubah menjadi unik, jujur, dan relevan dengan apa yang mereka tawarkan.

Contoh nyata adalah ketika beliau membantu UKM di daerah yang membuat keripik pisang. Daripada tagline generik seperti “Renyah dan Enak”, ia mendorong tagline yang mencerminkan keunggulan lokal, seperti:
“Dari Kampung Kami, Untuk Lidah Anda”
Tagline ini bukan hanya menjual rasa, tapi cerita.


Prinsip Pak Bi dalam Membuat Tagline untuk UKM

  1. Singkat, Padat, dan Mengandung Makna
    Tidak lebih dari 6 kata, tapi harus penuh makna.

  2. Jujur dan Sesuai Realita
    Jangan berjanji sesuatu yang tidak bisa Anda penuhi.

  3. Berbasis Nilai dan Cerita Lokal
    Tagline harus mencerminkan keunikan dan kekuatan asli UKM, bukan meniru gaya perusahaan besar.

  4. Konsisten Digunakan
    Tagline bukan tempelan. Ia harus dipakai terus-menerus di kemasan, media sosial, promosi, dan bahkan dalam cara pelayanan.


Penutup

“UKM yang kuat bukan yang punya produk paling mahal atau paling canggih, tapi yang tahu siapa dirinya dan bisa menyampaikannya dengan jelas.” – Subiakto Priosoedarsono

Tagline adalah alat komunikasi sederhana, tapi memiliki dampak besar. Dalam dunia UKM yang penuh tantangan, tagline bisa menjadi pintu masuk konsumen untuk mengenal, mengingat, dan mempercayai merek Anda. Jadi, jika Anda pelaku UKM dan belum punya tagline yang kuat, mungkin ini saatnya mulai memikirkannya — seperti yang selalu diingatkan oleh Pak Bi.

Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here