rumahukm.com Bagi Generasi Z, bisnis bukan sekadar soal mencari keuntungan materi, tapi juga tentang ekspresi diri, fleksibilitas, dan dampak sosial. Memasuki tahun 2026, tren UKM (Usaha Kecil Menengah) telah bergeser dari model konvensional ke arah yang lebih digital, personal, dan berkelanjutan.
Jika Anda seorang pelaku UKM yang ingin menyasar pasar anak muda, atau Gen Z yang ingin mulai terjun ke dunia entrepreneurship, berikut adalah jenis usaha yang diprediksi akan terus meroket tahun ini:
1. Bisnis Berkelanjutan & Green Economy
Kesadaran akan isu lingkungan membuat Gen Z lebih memilih produk yang ramah lingkungan. Bisnis yang mengusung konsep zero waste atau upcycling kini bukan lagi sekadar hobi, tapi peluang emas.
-
Contoh Usaha: Toko isi ulang (refill store) kebutuhan rumah tangga, produk fashion dari bahan daur ulang, atau kemasan makanan yang bisa dikomposkan.
-
Kuncinya: Storytelling tentang bagaimana produk Anda membantu menyelamatkan bumi.
2. Jasa Kreatif Digital & “Humanizing” AI
Di era gempuran kecerdasan buatan, muncul tren baru: Human-in-the-loop. Banyak perusahaan butuh orang yang bisa “memanusiakan” hasil dari AI agar tetap terasa hangat dan personal.
-
Contoh Usaha: Konsultan konten khusus AI, jasa video editing untuk TikTok/Reels, atau asisten virtual spesialis penjualan yang mengelola interaksi pelanggan secara emosional.
-
Kuncinya: Keahlian teknis yang dipadukan dengan empati manusia.
3. Kuliner “Small-Batch” & Estetik
Gen Z menyukai eksklusivitas dan visual yang Instagrammable. Bisnis kuliner skala kecil yang fokus pada kualitas premium dan kemasan unik jauh lebih menarik dibanding produksi massal.
-
Contoh Usaha: Artisan bakery, minuman sehat berbasis bahan lokal dengan kemasan estetik, atau cloud kitchen yang menawarkan menu-menu viral secara musiman.
-
Kuncinya: Estetika kemasan dan keunikan menu (niche).
4. Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas
Bisnis yang menghubungkan orang dengan minat yang sama sangat diminati. Gen Z mencari rasa memiliki (sense of belonging).
-
Contoh Usaha: Penyewaan studio kreatif multifungsi, jasa workshop (seperti merajut, melukis, atau keramik), hingga platform reseller barang-barang pre-loved (thrifting) yang terkurasi.
-
Kuncinya: Membangun komunitas aktif di media sosial.
5. Produk Digital & Micro-SaaS
Modal minim, jangkauan global. Banyak anak muda kini beralih menjual keahlian dalam bentuk digital yang bisa digunakan berulang kali.
-
Contoh Usaha: Penjualan template desain (Canva/Notion), kursus singkat skill spesifik, atau aplikasi sederhana (Micro-SaaS) untuk membantu UMKM mengelola stok barang.
-
Kuncinya: Solusi praktis untuk masalah sehari-hari.
Kesimpulan
Karakteristik utama UKM yang sukses di kalangan Gen Z adalah otentisitas. Mereka tidak mencari kesempurnaan, melainkan kejujuran sebuah brand. Gunakan platform seperti TikTok dan Instagram bukan hanya untuk berjualan, tapi untuk bercerita tentang proses di balik layar (behind the scenes).
Oleh Admin

























