Bukan Sekedar Jadi “Me Too” Brand

0
79
Bukan Sekedar Jadi “Me Too” Brand

Pebisnis pemula seringkali memulai bisnisnya dengan meniru produk brand pemimpin pasar. Cara ini dikenal dengan “Me Too Brand” atau disebut juga “Copycat Brand”.

 

Loebnitz & Grunert (2019) menyampaikan “Me Too Brand” sebagai brand yang meniru fitur yang menonjol dari pemimpin pasar untuk mendapatkan efek asosiasi positif dari brand pemimpin pasar.

 

Selain itu, “Me Too Brand” kerap kali diluncurkan untuk mendapatkan kesadaran, penerimaan dan pengakuan dari konsumen yang telah mengenal brand pemimpin pasar (Qiao & Griffin, 2021).

 

Namun, “Me Too Brand” menghadapi kendala untuk menetapkan harga, karna harus bersaing dengan brand pemimpin pasar (Sinapuelas & Robinson, 2012). Selain itu, “Me Too Brand” tidak memiliki diferensiasi sehingga kadang sulit bersaing dengan brand-brand lain di kategori produk yang sama.

 

Oleh sebab itu, Pak Bi menyarankan untuk menggunakan  teknik SUPER ATM (bukan sekedar Amati, Tiru dan Modifikasi) untuk menciptakan “New Product Category”.

 

Lebih jelasnya, akan diulas di Workshop “SUPER ATM” Tanggal 19 Juni 2024

Yuk gabung. Jangan sampai kehilangan kesempatan

Daftarkan segera melalui biolink@subiakto

 

 

Lebih lanjut, untuk mendapatkan inspirasi dan insight membangun bisnis yang sustainable dan profitable bisa langsung ke website  subiakto.comindonesiaspicingtheworld.com dan rumahukm.com  serta  subscribe channel Youtube pak Subiakto di Subiakto Official.

Ini saatnya Indonesia “Membumbui Dunia dengan Produk Lokal Indonesia

Kreasi Anak Bangsa, Cita rasa untuk Dunia

Cita Rasa Dunia … Indonesia

 

Penulis: JF Sebayang

@jfsebayang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here