Buah karya Pak Bi: City Branding Purwakarta bikin orang Jakarta ke Bandung mampir untuk menikmati Sate Maranggi

0
393

Pak Bi memiliki deretan brand dari permen sampai presiden di portfolio beliau sebagai praktisi branding yang sudah berkarya kurang lebih 50 tahun. Namun, tahukah Anda kalau Pak Bi juga pernah menangani city branding untuk kota Purwakarta, Jawa Barat?

Tahun 2015 lalu, Dedi Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai bupati Kabupaten Purwakarta ingin bertemu dengan Pak Bi untuk melakukan rebranding kota Purwakarta. Saat itu, keduanya pertama kali bertemu di sebuah acara yang diadakan oleh Komunitas Tangan di Atas (TDA) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur.

Pembicaraan pun disambung di sebuah pertemuan di Kantor Bupati Purwakarta. Kang Dedi, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI, mengatakan kalau jalan tol “membuat Purwakarta menjadi kota mati.” Menurutnya, tidak ada orang yang masuk ke Purwakarta kecuali penduduk kota tersebut.

Dokumentasi RumahUKM

Kang Dedi pun lantas meminta tolong Pak Bi membuat kota Purwakarta hidup kembali. Saat itu, air mancur menari, Taman Air Mancur Sri Baduga, yang bertaraf internasional baru saja dibangun. Ia pun mengusulkan agar Pak Bi menggunakannya untuk menjadi daya tarik turis lokal agar datang ke Purwakarta.

“Siapa yang mau repot-repot keluar tol buat melihat air mancur, lalu kembali masuk tol untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung?” kata Pak Bi dalam hati.

Dengan menggunakan brand canvas Magnet Branding 15 Langkah, Pak Bi menentukan kalau yang dibutuhkan adalah sebuah tipping point, dan pilihannya jatuh ke Sate Maranggi. Masakan khas Sunda ini menggunakan daging sapi atau kambing dengan nasi putih atau nasi timbel, lontong, atau ketan bakar, dan biasanya disajikan dengan sambal tomat.

Dokumentasi RumahUKM

Rencana city branding dari Pak Bi saat itu adalah membuat orang Jakarta “bela-belain” belok ke Purwakarta untuk makan siang Sate Maranggi dalam perjalanannya ke Bandung. Karena tahun itu sudah memasuki era Marketing 4.0, marketing 4E yang Pak Bi rancang adalah sebagai berikut:

  1. Engagement: Mutual interest adalah makan siang Sate Maranggi
  2. Excitement: Membuat Festival Jawara Sate Maranggi. Saat itu, Pak Bi berkolaborasi dengan putri pertamanya Tya Subiakto dan musisi Iwan Wiradz untuk menciptakan jingle Sate Maranggi.
  3. Everywhere: Tutorial Tarian Sate Maranggi yang diciptakan oleh koreografer lokal Mpap Gondo diunggah di YouTube. Atas instruksi Kang Dedi, siswa SD, SMP, SMA dan guru-gurunya serta karyawan pabrik dan Pemda Purwakarta wajib menarikan Tarian Sate Maranggi sebelum masuk kelas atau kerja sebagai pengganti senam pagi.
  4. Evangelist: Orang-orang mengunggah tarian grup mereka, dan dalam waktu kurang dari sebulan, Tarian Sate Maranggi menciptakan hype karena menjadi viral.
Dokumentasi RumahUKM

Tarian Sate Maranggi berhasil memecahkan rekor MURI dengan 53.000 penari dari Sanggar Tari se-Jawa Barat yang berlangsung dari jam 14.00 siang hingga 02.00 pagi. Hasil pantauan Pak Bi, semakin banyak warung yang buka dan menjual Sate Maranggi sehingga membawa makin banyak wisatawan ke kota Purwakarta untuk menikmati hidangan tersebut.

Dokumentasi RumahUKM

Sebelumnya, dilakukan sarasehan (pertemuan) dengan pelaku usaha Sate Maranggi dari berbagai bagian di kabupaten dalam rangka mencari tahu cara pembuatan asli Purwakarta yang berbeda dengan versi daerah lain. Tak hanya itu, Lomba Sate Maranggi se-Purwakarta yang melibatkan juri tingkat nasional juga diadakan. Dokumen tersimpan rapi di Bu Dwita sebagai saksi perjalanan City Branding Purwakarta oleh Pak Bi.

Dokumentasi RumahUKM

Kalau Anda ingin mencontoh kesuksesan city branding Purwakarta dengan Sate Marangginya, jangan lewatkan Workshop Online 15 Langkah Magnet Branding pada Senin, 28 November hingga Rabu, 30 November 2022, pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Selama tiga jam pada setiap harinya, Workshop Online Magnet Branding akan membedah brand Anda masing-masing ke dalam 15 Langkah Magnet Branding, yang kalau kata Pak Bi akan mengubah total persepsi Anda tentang branding.

Kalau sudah mengikuti workshop 15 Langkah Magnet Branding, Anda bisa mendaftar ke workshop khusus alumni yaitu Brand Disruption. Workshop offline ini akan diadakan di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place pada 20 Desember 2022, di mana ilmu tertinggi yang Pak Bi bagikan kepada para alumni hanya terdapat di workshop ini.

Pendaftaran kedua workshop ini bisa dilakukan melalui link yang terdapat di bio Instagram @Subiakto atau klik di sini, atau Anda juga bisa menghubungi admin Kasim melalui WhatsApp di 085223944575.

Penulis: Nadia VH

@nadiavetta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here