LAPAK UKM AKAN MENJADI LOKOMOTIF YANG MENDORONG GERBONG PEREKONOMIAN INDONESIA

0
33

Peringatan Indonesia Spicing The World telah dilaksanakan kembali dalam format webinar tepat pada hari ulang tahun Subiakto Priosoedarsono, atau yang akrab disapa Pak Bi, pada Rabu, 24 Agustus 2022 kemarin. Pak Bi adalah pencetus gerakan Indonesia Spicing The World (ISTW) yang diluncurkan pada event Rebranding Indonesia di tahun 2019 pada tanggal yang sama.

 

Belum lama ini ditemui di kantornya, Pak Bi menceritakan kepada tim ISTW seputar gerakan ini dan juga Lapak UKM. Pak Bi menjelaskan kalau beliau mencoba untuk masuk ke marketing 4.0 di mana produk digantikan dengan engagement atau kedekatan, yang berarti membangun kelompok. Hal ini baru bisa terjadi kalau kita mampu menciptakan excitement, yaitu harga yang harus dibayar untuk mengumpulkan kelompok ini sebagai evangelist atau para advocate yang membela kepentingan kita, yang dalam hal ini adalah UKM.

 

Bentuk Marketing 4.0 yang dilakukan oleh Pak Bi adalah menyelenggarakan workshop yang bisa diakses di mana saja secara online maupun offline.

 

“Selanjutnya adalah bagaimana kami menggerakkan para evangelist, yaitu para alumni Pak Bi, untuk menyadarkan pentingnya brand kepada teman-teman UKM. Jadi itu yang membuat para evangelist yang mempromosikan gerakan ini,” kata Pak Bi.

 

Karena excitement diperlukan untuk gerakan rebranding Indonesia melalui UKM, maka diciptakanlah Indonesia Spicing The World yang mengambil inspirasi dari DNA-nya Indonesia, yaitu spice atau bumbu. Indonesia adalah surganya spice, dan dalam arti harfiah, spice adalah bumbu atau rempah-rempah yang bisa mengubah rasa atau menciptakan rasa yang enak. Bagi Pak Bi, spice secara tersirat merupakan sesuatu yang add on, atau added value dari suatu hal.

 

Di sini, Pak Bi berusaha memposisikan Indonesia bukan lagi hanya sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia atau merupakan pasar, tapi merupakan tempat yang menjadi bumbunya dunia. Dalam arti kata, kalau penduduk dunia belum pernah ke Indonesia atau bersentuhan dengan Indonesia, maka dia belum pernah merasakan the spice of life atau bumbu kehidupan.

 

“Bagaimana Indonesia memberikan added value kepada orang-orang yang belum pernah ke Indonesia, kalau dia ke sini dia akan merasakan sesuatu yang berbeda? Your life will be empty if you never come to Indonesia, because the spice is only available in Indonesia,” ujar Pak Bi.

 

Kami pun berbincang mengenai Lapak UKM, sebuah platform yang Pak Bi persiapkan untuk UKM dan siapapun yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Selama hampir tiga tahun belakangan, dampak yang diakibatkan oleh pandemi rentetannya panjang karena tidak hanya UKM, tapi juga korporat, pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, dan ujung-ujungnya yang terdampak adalah rakyat.

“Setelah kita perhatikan, maka kita harus cari hotspot-nya di mana. Hotspot-nya itu bukan kita mesti bantuin korporat, atau bantuin UKM, hotspotnya yang kita harus bantu justru yang terkena dampak PHK. Jadi, kalau [mereka] yang kita kasih peluang, maka mereka akan menjadi lokomotif yang menarik gerbong-gerbong di belakangnya,” ujar Pak Bi.

 

Peluang yang diberikan oleh Lapak UKM kepada teman-teman yang terkena PHK adalah konsep dropship. Mengapa sistem dropship? Sistem ini meringankan karena tidak perlu membeli stok barang, karena dropshipper menjadi semacam perantara produsen dengan pembeli — beda dengan reseller yang harus memiliki modal untuk membeli paket produk untuk ditaruh di gudang sebelum dijual.

 

Begitu ada order ke dropshipper, otomatis copy dari pesanannya akan diterima oleh pemilik produk atau produsennya untuk selanjutnya dikirimkan ke pembeli. Dengan ini, dropshipper tidak perlu takut produknya akan mangkrak di gudang kalau mereka tidak mampu menjualnya. Pak Bi juga menjelaskan bahwa UKM bisa membuat sistem made to order atau baru dibuat saat mendapatkan pesanan dari pembeli untuk mengurangi stok barang yang bertumpuk.

 

“Begitu konsumen konfirmasi sudah terima barang, maka uangnya langsung dibagi, pembayarannya langsung dibagi ke produsen dan dropshipper di saat yang bersamaan. Makanya kami memakai payment gateway yang memudahkan pembayaran hanya dalam satu kali klik,” jelas Pak Bi lebih lanjut.

 

Sistem dropship ini jelas membedakan Lapak UKM dengan online marketplace pada umumnya, di mana konsumen bisa langsung membeli produk dari produsen, atau open loop. Sementara, Lapak UKM memiliki sistem closed loop atau hanya bisa diakses oleh pemilik produk dan  dropshipper. Kalau pembeli ingin melihat tokonya produsen, maka ia harus daftar sebagai dropshipper terlebih dahulu.

 

Teman-teman UKM sudah bisa mendaftar jadi dropshipper di Lapak UKM mulai sekarang. Sebagai dropshipper, Anda bisa menawarkan barang dari berbagai brand, tergantung dari komunitas yang ingin diciptakan. Nantinya, dropshipper akan membagikan link “etalase” mereka di berbagai komunitas mereka melalui media sosial, namun tentunya ia tidak bisa sekadar copy-paste link.

 

Mau nggak mau, dropshipper harus belajar berbagai pengetahuan teknis seperti copywriting, membuat slogan, fotografi dasar, dan sebagainya untuk membuat konten. Ke depannya, Lapak UKM akan mengadakan kelas-kelas technical skills bagi para dropshipper, yang dapat membuat mereka menjadi member Bisa Bikin Brand.

 

Menurut Pak Bi, yang paling penting di bisnis ini adalah mengedepankan etika: bukan hanya uang, barang, perdagangan. Setelah menjual produk ke konsumen, reseller adalah pihak yang mengetahui data mereka dari nama, alamat, nomor handphone, atau email semuanya reseller. Sementara, produsen yang menggunakan reseller tidak tahu siapa saja yang menjadi end consumer mereka.

Dengan sistem dropship yang diterapkan Lapak UKM, produsen jadi tahu data dari end consumer mereka. Produsen yang melanggar etika dengan menawarkan produknya langsung ke konsumennya, misalnya lewat email atau WhatsApp, akan mendapat konsekuensinya.

 

“Nah, di sinilah letak ujiannya [bagi produsen], karena kesepakatan kita adalah closed loop, atau hanya bisa menjual ke dropshipper. Kalau dia melanggar, dia akan langsung dikeluarkan dari daftar [di Lapak UKM]. Karena yang kita lindungi adalahh dropshippernya, tujuan kami adalah di samping menciptakan bisnis buat pemilik produk, kami juga menciptakan income bagi teman-teman yang terkena PHK,” kata Pak Bi.

 

Lapak UKM juga akan merangkul berbagai komunitas seperti Oke Oce, Evapora, BUMN yang memiliki UKM binaan, dan lain sebagainya.

 

Bagaimana, apakah teman-teman sudah siap membumbui dunia dengan menjadi dropshipper di Lapak UKM?

 

Penulis: Nadia VH

@nadiavetta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here