Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

0
41

Liputan6.com, Jakarta – Meski saat ini dunia telah memasuki era digital. Namun nyatanya, masih banyak pelaku usaha, khususnya UMKM yang masih belum bisa memanfaatkanya. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM  merilis sebanyak 17,5 juta pelaku UMKM yang baru masuk ke dalam ekosistem online commerce Indonesia. Angka itu sekitar 28 persen, dari 65,6 juta UMKM yang tedaftar di kementerian.

Hal ini menandakan baru sedikit UMKM Indonesia yang bisa masuk ke pasar online dan mencicipi manisnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di online commerce.

Padahal pasar online bertumbuh pesat dan bisa menjadi target yang empuk bagi UMKM. Berdasarkan data 2021, total transaksi pasar online  mencapai Rp 403 triliun atau tumbuh sekitar 51 persen dari 2020 berdasarkan data yang dirilis secara resmi oleh Bank Indonesia (2021).

Alhasil, dengan angka yang masih sedikit membuat Anggota dan Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Utara mengadakan seminar oflline-online (hybrid) dengan tema “Memulihkan Bisnis UMKM Pasca Pandemi”.

Dihadiri, Ganjar Pranowo sebagai Ketua Kagama Pusat, ia membagikan pengalamannya perihal manfaat teknologi digital dalam kepemimpinannya mengelola daerah dan terutama UMKM disana.

“Saat ini teknologi digital telah banyak membantu kita untuk belajar tentang apapun dengan mudah dan cepat, tanpa batas, termasuk dalam mengelola daerah, bahkan perekonomian, dalam hal ini UMKM. Dan, sudah banyak kerja sama dengan Pemerintah Pusat untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengesahkan status legalitas usahanya,” katanya, Minggu (10/4/2022).

Di tempat yang sama Ketua Bidang Kerjasama Kagama Bantuan Hukum, Harvardy M. Iqbal mengatakan bahwa Kagama Bantuan Hukum, Goklik, dan Ikatan Notaris Indonesia akan berkolaborasi untuk mengadakan berbagai kegiatan edukasi UMKM di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Kita akan berikan dukungan pengetahuan yang fundamental bagi kemajuan UMKM Indonesia dengan pesan utamanya yaitu, keseimbangan aspek hukum dan teknologi digital dalam membangunan usaha yang scalable dan berkesinambungan agar UMKM Indonesia bisa jadi tuan rumah dalam ekosistem digital di negaranya sendiri,” ujarnya.

 

Sumber : Liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here