4 Tips Meningkatkan Penjualan Lewat Sosial Media untuk UKM

0
75
Gambar : Pexels.com

Saat ini, pilihan untuk shifting atau berpindah ke ranah digital dalam berbisnis menjadi sebuah keharusan. Sejak Maret 2020, aktivitas belanja online masyarakat Indonesia meningkat hingga 400% (Analytic Data Advertising).

Banyak pelaku UKM yang mulai serius mengoptimalkan media sosial masing-masing, selain untuk mengenalkan produk, media sosial juga memiliki peran untuk membantu penjualan. Hal ini diperkuat oleh survey dari Sea Insight menyebutkan bahwa 54% responden semakin adaptif menggunakan media sosial untuk meningkatkan penjualan produk.

Ada 4 tips yang bisa Anda lakukan untuk turut serta mengoptimalkan peran media sosial dalam meningkatkan penjualan.

1. Konten Relate dengan Target Market Anda

Gambar : Freepik

Pertama, jelas Anda harus paham siapa target market Anda sedetail mungkin dan paham bagaimana perilaku mereka sehingga Anda dapat membuat konten sosial media yang relevan dengan permasalahan mereka.

Setelah Anda tahu media sosial apa yang target market Anda gunakan, selanjutnya mengaitkan konten dengan produk Anda agar tertarik dan membeli produk Anda.

Perlu Anda ingat, konten yang Anda buat disesuaikan dengan taste mereka sehingga konten yang Anda sajikan akan memenuhi standar keren versi target market, bukan hanya memenuhi standar keren versi Anda.

2. Biarkan Konten Anda Bercerita

Gambar : Pexels

Faktanya, SEMUA ORANG SUKA CERITA.

Seperti yang sering Pak Bi sampaikan, konsumen Anda tidak suka jika Anda “juali” mereka, tapi lain hal jika Anda bercerita kepada mereka. Melalui konten di media sosial brand Anda, Anda bisa mulai bercerita tentang produk secara detail, mulai dari proses pembuatan, cerita dibalik pembuatan produk, proses pengemasan, dan seterusnya, yang bisa Anda kemas dengan menarik.

Jadi, mulai sekarang Anda harus memikirkan secara matang bagaimana penulisan di caption yang media sosial Anda, bukan hanya jualan secara langsung (hard selling) tapi ada cerita dan value yang Anda sampaikan. Dengan begitu, media sosial Anda akan lebih menarik banyak pengikut dan potensi membeli produk Anda lebih besar.

3. Bekerjasama dengan Influencer di Media Sosial

Gambar : Pexels

Ini yang menarik dengan hadirnya media sosial, Anda bisa bekerja sama dengan seorang influencer atau KOL (Key Opinion Leader) yang membantu Anda mempromosikan produk Anda kepada pengikut di media sosial influencer tersebut.

Dengan strategi ini, Anda tidak harus mengeluarkan budget secara besar-besaran karena bekerja sama dengan seorang influencer dapat Anda sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan brand Anda. Jika Anda memiliki budget yang cukup besar, Anda dapat memaksimalkan kerja sama dengan Makro Influencer yakni seseorang yang memilki followers lebih dari 100 ribu.

Akan tetapi, jika Anda memiliki budget terbatas, Anda bisa bekerja sama dengan seorang Nano Influencer yakni seseorang yang memiliki followers kurang dari 10 ribu atau Mikro Influencer yakni seseorang yang memiliki followers antara  10 ribu hingga 100 ribu.

Menariknya, angka secara enggagement justru biasanya lebih tinggi Nano dan Mikro karena mereka memiliki niche market. Pertimbangan penting dalam memilih seorang influencer adalah apakah value brand Anda sama dengan valau yang dimiliki influencer tersebut, oleh karena itu Anda harus melakukan riset siapa influencer yang paling sesuai.

4. Mulai Membuat Budget Beriklan

Gambar : Appleton Creative

Tips terakhir yang bisa dibilang shortcut agar produk Anda menjangkau banyak audiens adalah dengan beriklan di sosial media, bisa dimulai dari Facebook Ads, Instagram Ads, hingga TikTok Ads yang sedang naik daun.

Ada banyak pertimbangan sebelum menentukan budget beriklan di media sosial, Anda harus tentukan dulu tujuan Anda dalam menjalankan campaign atau iklan, apakah untuk awareness (kesadaran), consideration (pertimbangan) atau conversion (konversi). Anda bisa mulai membuat budget khusus marketing yang juga termasuk budget untuk beriklan di media sosial.

Jika cara-cara di atas Anda mulai jalankan, selain membantu meningkatkan penjualan (selling) produk, Anda juga sekaligus melakukan branding. Menarik bukan?

Selamat mencoba!

Penulis : Budi Pranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here