Pelaku UKM Lokal Ingin Ekspor Produk ke Luar Negeri, Wajib Perhatikan Ini Ya!

0
65
Ilustrasi industri kargo. [Markus Distelrath/Pixabay]

Suara.com – Sejumlah produk Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal buatan Indonesia sudah merambah luar negeri. Apa yang patut diperhatikan sebelum melakukan ekspor produk?

Vriky Adiputra, Co Founder Arahin.id, PT Navi Arah Vanadium mengatakan ada sejumlah hal yang patut diperhatikan, tapi yang paling utama adalah memilih jasa ekspor dan impor yang terpercaya.

Berikut cara memilih jasa ekspor untuk produk UKM:

1. Penjemputan barang dari alamat pengirim

Penting jasa ekspor untuk menyediakan layanan door to door, dengan layanan ini pelaku UKM dapat meminta pick up atau penjemputan barang ke tempat usaha langsung. Sehingga pelaku UKM bisa lebih hemat waktu dalam melakukan pengiriman.

Fasilitas ini sangat membantu para calon eksportir yang tidak punya banyak waktu menunggu antrian di kantor jasa ekspedisi. Ditambah pastikan jasa harus bisa memberikan informasi yang cukup lengkap sehingga pelaku UKM bisa melakukan tracking barang secara real time melalui website dan customer servicenya.

2. Tanpa minimum kuota

Berbeda dengan pengiriman paket via cargo yang biasanya harus mencapai berat tertentu, jasa ekpor barang harus memberi kemudahan dengan melayani pengiriman barang tanpa minimum kuota.

Melalui tanpa minimum kuota ini, membuat semua tingkatan pelaku UKM bisa mengirim produk ke luar negeri meski hanya selembar kertas atau sehelai baju. Pastikan juga jasa ekpsor mempermudah proses pengiriman, seperti bisa melalui website atau chat langsung customer service.

3. Biaya terjangkau

Biaya terjangkau ke negara-negara yang menjadi banyak tujuan untuk expor contohnya seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Hongkong sangat diharapkan pelaku UKM yang masih kecil, misalnya biaya tidak lebih dari Rp 115 ribu per produk.

“Tetapi selain ke negara-negara favorit para exportir tersebut, sebenarnya pengiriman ke negara lain juga cukup murah karena ada jasa ekspor impor yang menawarkan biaya kirim paket yang terjangkau oleh semua kalangan,” tambah Vriky.

4. Barang langsung tiba ke alamat tujuan

Setelah proses transaksi, barang segera diantar ke alamat tujuan apabila sudah tidak ada lagi kendala dari penyamaan berat timbangan dan aktualisasi barang.

Pelaku UKM harus memastikan apa yang dituliskan dalam dokumen sudah sesuai dengan barang sebenarnya, demi memudahkan proses pengecekan oleh pihak berwajib.

Sumber : suara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here