UMKM Malang Ini Buktikan Produk Kulit Lokal Juga Bisa Bersaing

0
52
Foto: Tokopedia

Jakarta – UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dan banyak pihak terus mendorong lini bisnis UMKM ini, apalagi jika produk yang dihasilkan merupakan hasil kreativitas sendiri.

Meski usaha mereka berskala mikro dan lokal, produk yang ditawarkan ternyata tak kalah bagus dengan produk perusahaan besar maupun impor. Hal ini juga yang dialami Derit (35), pemilik Fabrizzio Store, UMKM asal Malang dengan produknya andalannya yang berasal dari kulit sapi dan domba lokal.

Pandemi yang mengubah kebiasaan cara berbelanja masyarakat dari offline ke online dimanfaatkan Derit untuk menggiatkan promosi produknya yang berupa dompet dan tas pinggang. Hasilnya, jika banyak usaha yang terdampak akibat pandemi, Derit merasakan hal sebaliknya.

“Peningkatan penjualannya 50 sampai 100%, kencang banget. Aku juga heran, kok nambah kencang. Mungkin karena habit-nya dulu (orang belanja) offline, terus ada PSBB (jadi) belanja online, mungkin lho yah. Paling banyak laku tas HP dan dompet,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Jumat (25/12/2020).

Fabrizzio Store. Foto: Tokopedia

“Sebelum pandemi (penjualan itu) sekitar 25-30 per hari, terus sekarang rata-rata 40-50. Dua bulan terakhir pernah sampai 70. Per hari lho yah. Sekarang sudah mulai nurun lagi. Yah 45lah seringnya,” sambungnya.

Derit menyebut produk milik Fabrizzio Store ini sudah dibeli oleh konsumen dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Adapun rata-rata konsumen masih didominasi dari daerah di Pulau Jawa.

Berani dengan Produk Kulit Lokal

Derit mengatakan sudah familiar dengan kulit sapi sejak kecil karena ada tetangganya yang menjual kulit sapi. Dari kesukaan itulah ia mulai menjajal usaha dompet kulit pada tahun 2016 dan menjualnya lewat Facebook.

Barulah pada awal tahun berikutnya ia memberi nama usahanya Fabrizzio Store. Usaha yang awalnya hanya sebagai sampingan ini ternyata mulai digeluti secara serius sejak dua tahun belakangan. Ia bekerja sama dengan 8 perajin kulit di sekitar rumahnya untuk membuat produk tersebut.

“Kalau sekarang sudah fokus ini, sudah lama keluar kerja, sudah dua tahun lalu. Jadi mau seriusin ini aja daripada kerja ikut orang. Inginku masa tua juga harus dibangun,” ujar Derit yang pernah kerja di banj tersebut.

Saat awal membuka usaha, Derit juga sudah memanfaatkan beberapa marketplace. Derit juga bercerita waktu itu transaksi yang terjadi paling banter satu kali dalam sebulan. Hal itu disebabkan karena masih minimnya pengetahuan yang ia miliki soal marketplace.

Ia terus mempelajari itu hingga saat pandemi ia mulai memanfaatkan beberapa fitur yang ditawarkan marketplace. Misalnya di Tokopedia ia memanfaatkan fitur TopAds. Fitur ini memungkinkan pengguna akan mendapatkan rekomendasi produk yang kurang lebih sesuai dengan barang yang dicari.

Namun, Derit menggarisbawahi bahwa promosi juga harus dibarengi dengan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab menurutnya ini akan berpengaruh ke ketertarikan konsumen.

“Berpengaruh banget, banget. Sebenarnya iklan gitu untuk mengekpos produk kita, cuman kalau produk kita jelek juga walaupun diekspos seperti apapun ga ada yang beli. Jadi harus produknya dulu harus bagus, terus harus berani ekspos pakai model. Orang lihat suka langsung beli,” ujarnya.

Ia juga melihat produk kulit yang dijualnya tidak kalah bagus bahkan bisa lebih kuat dibanding produk-produk impor. Hal itu ia lihat dari penjual yang memanfaatkan kulit impor. Selain itu, komentar bagus dari pembeli juga jadi dasarnya berani bilang itu.

“Kaya gini Mas, aku ada teman jualan pakai produk kulit impor, aku lihat kulitnya tuh malah kaya ringan dan gampang rusak, paling dipakai beberapa bulan aja istilah bahasa Jawa-nya itu nguprul, hancur lah. Kulit Jawa ini nggak, kuat banget, lima tahun juga awet. Emang mungkin dari pengerjaan lebih canggih, lebih rapi dikit, tapi kalau masalah kekuatan ga kalah,” ujarnya.

“Secara kualitas, apa yah pokoknya, setiap orang yang nerima barangku, kaya puasnya tuh lebih. Mereka ngerasa kayanya di luar expect gitu, aku jadi kaya PD, oh ternyata gini juga barang dari tetanggaku, di online banyak yang minat juga. Jadi aku PD, daripada barang-barang impor, dipakai nggak awet,” imbuhnya.

Dilihat di Tokopedia, lapak dengan nama Fabrizzio Leather Luxs ini sudah memang punya penilaian yang bagus. Toko ini memiliki 1,9K followers, 6,5k produk terjual, dan bintang 4,8 dari 3651 ulasan. Adapun produk-produk yang dijual seperti dompet, tas, gantungan kunci, dompet HP, ikat pinggang, sarung tangan dan lainnya.

Ke depan, Derit berencana juga ingin membuka toko sendiri dan mencari perajin sendiri yang ikut dengan dirinya. Ia juga ingin menambah produk kulit yang dijual seperti sepatu.

Sumber : Detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here