5 Tips Agar Omzet Bisnis Kuliner Moncer Selama New Normal

0
40
Ilustrasi UMKM makanan dan minuman(Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf)
Ilustrasi UMKM makanan dan minuman(Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf)

JAKARTA – Bisnis kuliner atau makanan dan minuman (F&B) tetap bisa bertahan di tengah pendemi Covid-19 lantaran masih adanya permintaan. F&B Consultant Bisma Adi Putra mengatakan, selama new normal berlangsung, banyak para pemain-pemain baru yang muncul dengan menjual konsep dan kreativitas yang berbeda-berbeda.

“Memang kreativitas dan imajinasi perlu dikembangkan dalam menyusun strategi. Strategi inilah yang harus diterapkan agar bisnis yang dijalankan bisa terus bertahan,” ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020).

Bisma pun membeberkan ada 5 tips yang harus diperhatikan agar para pelaku usaha kuliner bisa menaikan omzet selama new normal berlangsung.

Tips pertama adalah membuat menu baru yang sifatnya lebih mengarah ke comfort food. Comfort food adalah makanan yang familiar di lidah orang Indonesia

Bisma menyebutkan menu gorengan, makanan rasa asin dan manis, daging-dagingan hingga sambal tidaklah masalah dengan lidah orang Indonesia .

Bahkan menu-menu ini masih banyak diincar di pasar. Hanya saja, menu yang dijual itu harus bisa dihidangkan dengan baik termasuk penampilannya.

“Tips yang kedua adalah mengaktifkan kembali endorsment dan influencer,” kata dia. Bisma juga menyarankan agar promosi yang dilakukan jangan hanya memanfaatkan para influencer saja, tetapi juga bisa bisa mengajak teman-teman kantor hingga para ibu-ibu.

Tips ketiga adalah menggencarkan promosi. Bisma menjelaskan bahwa promosi yang dibuat pun bukan promosi yang asal jadi saja tetapi lebih mengarah ke promo yang sifatnya bisa buy one get one atau kombinasi antara makanan sama minuman.

“Kalau mau lebih spesifik saya sarankan usahain cari menu yang ada sambalnya, sehingga ketika makan pasti akan seret, jadi mau enggak mau harus beli minum,” terang Bisma.

Strategi keempat yang tak kalah penting adalah mengatur digital marketing. Bisma mengungkapkan mayoritas bisnis kuliner memang harus fokus ke digital marketing.

Hal itu bisa didapatkan dengan mengikuti webinar dan sebagainya sehingga setidaknya bisa mengerti bagaimana desain poster dan sebagainya.

“Dan yang terakhir (kelima) itu sasar komunitas lokal. Kalian banyak-banyak masuk ke grup yang dalamnya pebisnis F&B atau entrepreneur, karena kalau biasanya pebisnis itu isinya itu kita ngerti kendala suka duka sesama pebisnis,” pungkasnya.

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here