Geliat Usaha Kuliner di Era Pandemi

0
74
Food & Beverage
Gambar : freepik

Saat ini, kita sudah memasuki bulan kelima dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Banyak sektor bisnis yang terkena imbas akibat adanya pandemi Covid-19, ekonomi yang menurun tentu berdampak kepada meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di banyak sektor usaha, termasuk UMKM.

Akan tetapi, tidak semua Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyerah dengan keadaan krisis akibat pandemi ini.

Banyak dari pelaku UMKM yang menerapkan strategi khusus hingga melakukan pivot dalam bisnisnya seperti menciptakan tren baru dalam bisnis kuliner, salah satunya terbukti dengan banyak produk kopi literan dan makanan beku (frozen food) yang tersedia.

Sebut saja beberapa merk coffeeshop seperti Tuku, Maxx Coffee, Kopitagram, Anomali Coffee, Titik Temu Coffee, dan lainnya yang juga menyediakan kopi dengan ukuran satu liter.

Tren Kopi Literan
Tren Kopi Literan. Gambar : Meracik Kopi

Memanfaatkan teknologi digital, produk-produk seperti kopi literan ini bisa kita dipesan di banyak layanan digital seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, maupun Grab dan Gojek.

Selain minuman, tren makanan beku juga meningkat. Sebut saja restoran ternama yang juga menjual makanan dalam bentuk beku seperti Raa Cha Suki & BBQ, Imperial Kitchen hingga Hoka-Hoka Bento.

Masih dengan cara yang sama dengan memanfaatkan teknologi digital, banyak produsen makanan yang juga menjajakan produknya secara online, hal ini dilakukan guna menjangkau dan mempermudah pelanggan selama #dirumahaja.

Di sisi lain, Praktisi Brand Hack yakni Subiakto Priosoedarsono saat menjadi pembicara dalam event Indonesia Brand Forum 2020 menyampaikan pesan yang singkat namun relevan bagi para pelaku UKM di bidang kuliner selama pandemi ini berlangsung.

“Saat ini, makanan atau minuman yang enak kalah dengan yang aman.”

Pesan tersebut dapat menjadi acuan bagi para pelaku usaha di bidang kuliner, bahwa betapa pentingnya memberikan jaminan keamanan dari penyebaran virus dan menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada konsumen.

Oleh karena itu, saat ini pelaku usaha kuliner selain dituntut melakukan inovasi dalam bentuk produk, juga dituntut memberikan jaminan keamanan terhadap makanan atau minuman yang diproduksi, dengan tetap menjaga kualitas rasa.

Jika Gojek menambah fitur baru untuk layanan GoFood yakni produk siap masak. Maka pelaku usaha kuliner juga harus siap dengan inovasi-inovasi selanjutnya. Prinsipnya, BERUBAH atau PUNAH.

Banyak hal berpindah ke digital, maka dengan memaksimalkan eksposur dan visibilitas untuk meningkatkan trafik serta potensi penjualan melalui online menjadi hal yang wajib di kuasai oleh pelaku UKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here