3 Tips agar UKM Bisa Bertahan di Tengah Covid-19 Saat Ramadan

0
119
lustrasi UKM. Dok: Paxel
lustrasi UKM. Dok: Paxel

Liputan6.com, Jakarta – Pandemi Corona membawa dampak besar di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Namun, startup logistik berbasis teknologi Paxel meyakini dampak ini juga dapat menjadi kesempatan untuk menciptakan peluang usaha sendiri yang bisa dimulai di masa sulit ini, terlebih saat Ramadan.

Secara umum, saat ini perilaku belanja masyarakat semakin mengarah ke online untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi transaksi offline.

Hal tersebut bisa dilihat dari hasil riset Kantar pada Februari 2020, yang menunjukkan terjadi peningkatan aktifitas belanja online sebesar 32 persen. Ini karena perubahan perilaku masyarakat yang mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Bryant Christanto, CEO Paxel, melihat permintaan akan frozen food dari beragam brand UKM belakangan ini semakin populer, terutama memasuki bulan Ramadhan.

“Terkait ketidakstabilan ekonomi yang belakangan dialami banyak pihak, gencarnya bisnis para pelaku UKM ini adalah peluang yang bagus untuk dijajaki. Memulai bisnis berskala kecil menengah, seperti berjualan makanan beku, bisa dilakukan dengan mudah asalkan kita mengerti caranya,” tambahnya.

Melihat bagaimana UKM dapat terus mengembangkan bisnis selama pandemi Corona ini, Bryant Christanto mendorong masyarakat untuk berani mengambil kesempatan ini dan memaksimalkan pemasukan selama di rumah saja.

“Khususnya di bulan Ramadhan, ada banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan seperti berjualan makanan beku, kue kering, atau aneka kerajinan tangan. Jangan ragu, Paxel dengan layanan sameday delivery dan tarif flat hingga 5kg akan membantu memperluas jangkauan kirim, yang otomatis akan mempercepat pemutaran uang,” tutupnya.

Paxel merangkum 3 tips untuk memulai dan mempertahankan bisnis UKM di tengah masa pandemi dari para mitra:

1. Inovasi produk berdasarkan kebutuhan

Asri, pemilik usaha Jahitin.com, mengaku menjalankan bisnis dengan fleksibel setelah melihat kebutuhan persediaan masker dengan standar medis yang sempat langka.

“Meskipun kami bukan produsen masker, kami coba untuk fleksibel dengan kebutuhan masyarakat sekarang,” ujar Asri.

Inovasi Jahitin.com ditambah penjualan online lewat Paxel Market, akhirnya membuat 300 mitra penjahit mereka tetap produktif memproduksi 3,000 masker per hari di masa pandemi Corona.

2. Perhatikan standar kualitas produk

Terkait toko yang tidak bisa beroperasi, untuk tetap bisa berjualan, Bakso Ati Raja Makassar, mitra Paxel, menghadirkan paket ekonomis spesial bulan Ramadhan.

“Meskipun ekonomis, kualitas bahan dan ukuran bakso tidak boleh berubah. Yang terpenting adalah bagaimana mempertahankan produk di pasaran, bukan hanya mencari keuntungan,” ujar Honny selaku pemilik.

Mempertahankan kualitas produk salah satunya adalah memastikan produk dikirim dalam keadaan baik.

“Kami selalu memastikan paket dikemas sesuai arahan Paxel, yaitu menggunakan boks berbahan aman dan kuat, menambahkan ice gel, dan memastikan tidak ada ruang hampa di dalamnya untuk menghindari kerusakan akibat guncangan di perjalanan,” ucapnya.

3. Maksimalkan layanan sameday delivery

Maraknya bisnis UKM di jalur online, membutuhkan partner yang bisa memastikan produk diterima konsumen dengan cepat dan aman. Layanan logistik sameday delivery seperti Paxel membuat pengusaha UKM tidak terbatasi oleh jarak yang jauh.

Andrew Prasetya, pemilik usaha Boncafe Surabaya, menjelaskan bagaimana dia memaksimalkan penjualannya dengan layanan sameday delivery.

“Karena sekarang diterapkan PSBB, cafe kami arahkan untuk penjualan online saja khususnya frozen food. Akhirnya kami cari partner logistik, Paxel, yang bisa memastikan barangnya aman sampai di pembeli,” jelas Andrew.

Terlebih, ia melanjukan, Paxel bisa sameday delivery antarkota, sehingga tidak kesulitan kirim barang dari Surabaya ke Jakarta atau kota lainnya.

(Isk/Why)

 

Sumber : Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here