Mahasiswa Ciptakan Alat Pasteurisasi Telur Pertama di Indonesia

0
66

JAKARTA – Telur ayam merupakan salah satu sumber pangan kaya protein. Telur disukai masyarakat sebagai bahan pangan karena mudah dijumpai dan dapat diolah dengan berbagai cara.

Sayangnya sampai saat ini masih belum dijumpai teknik yang tepat untuk memproduksi telur sehat.

Berbagai masalah kesehatan dapat timbul karena adanya kandungan salmonella dalam telur. Inilah yang melatari kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya merancang teknologi untuk menghasilkan telur sehat bebas Salmonella. Alat ini dinamakan CRESPATECH (Cracked Egg Separator and Pasteurisation Technology).

CRESPATECH adalah mesin stainless dua tabung yang berfungsi untuk mempasteurisasi telur. Salah satu anggota tim Maria Florencia Puspitasari Schonherr yang merancang teknologi CRESPATECH mengatakan di Indonesia belum ada alat sejenis. Sejauh ini mesin pasteurisasi telur hanya ada di Perancis. Itupun dengan skala industri dengan kapasitas ratusan liter.

Maria menjelaskan mesin ini berkapasitas 5 liter untuk masing-masing tabung. Jadi relatif lebih murah daripada yang di Perancis sehingga dapat diterapkan di UKM atau industri rumahan.

“Kami juga sengaja menggunakan dua tabung karena suhu yang diperlukan masing-masing elemen telur berbeda. Jadi melalui mesin kami, telur akan terpisah kuning dan putihnya. Kuning telur akan terpasteurisasi dengan suhu 60 derajat celcius, sementara putihnya pada suhu 55 derajat celcius,” paparnya, dalam siaran pers yang Republika terima, Jumat (10/6).

Dengan menggunakan prinsip pasteurisasi, masa simpan telur akan diperpanjang selama 2 bulan. Telur biasa umumnya hanya mampu bertahan selama 3 minggu dalam mesin pendingin (refrigerator) dengan kualitas yang makin berkurang setiap hari.

Telur olahan CRESPATECH mampu bertahan selama 1 minggu di suhu ruang, 2 bulan di mesin pendingin dan setahun di mesin pembeku (freezer).

“Telur kami ini tidak saja bebas salmonella tapi juga panjang masa simpannya. Jadi selain sehat juga ekonomis. Harapannya selain mampu diaplikasikan pada peternak telur, juga berguna bagi industri pangan lainnya,” tutup dia.

Sumber: Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here