ArtikelFeatured

Ada Apa Dengan Malang?

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 8 sampai 10 April 2016, Pak Bi dan Bu Dwita mengunjungi kota Malang, Jawa Timur. Pak Bi dan Bu Dwita cukup sering mengunjungi Jawa Timur, karena memang teman-teman UKM banyak sekali di sana 😀

Kunjungan ke Malang ini adalah untuk menyebarkan virus branding dan merupakan kunjungan ke tiga kalinya ke Malang namun kali ini ke lebih banyak orang lagi di Workshop Weekend Branding Mastery – yang terdiri dari Workshop Bisa Bikin Brand dan Workshop Packaging, tidak hanya teman-teman UKM Malang yang ikut, tapi juga ada yang datang jauh dari Jakarta. Teman-teman peserta Workshop Bisa Bikin Brand di Malang ini merupakan Alumni BBB ke 6.

Sarapan nasi pecel-nya Mbak Poer :D

Sarapan nasi pecel-nya Mbak Poer 😀

Selama di Kota Apel, Pak Bi dan Bu Dwita ditemani oleh teman-teman Panitia yang terdiri dari Bilal, Mas Priyo Ranaka, Hanif dan Alfian serta Faiz Faeruz, teman lama Bukan Akademi, pemilik Toast Story merupakan pengundang pertama Pak Bi ke Malang di tahun 2014

Pak Bi dan Panitia BBB #6 berfoto bersama

Pak Bi dan Panitia BBB 6 berfoto bersama

Kuliner pertama merupakan makan malam dengan pilihan Bakso Bakar Pahlawan Trip di Jl. Pahlawan Trip, Jatikerto, Kota Malang. Agak aneh sih, kok bisa bakso bakar laku dan terkenal dan menjadi makanan khas Malang yang masuk dalam list kuliner. Pertanyaan Pak Bi yang satu ini belum terjawab sampai sekarang.

Mengapa ya bakso bakar bisa menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang?

Mengapa ya bakso bakar bisa menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang?

Keesokan harinya sebelum Workshop, Pak Bi, bu Dwita dan rombongan panitia sarapan pagi terlebih dahulu di Pecel Mbak Poer yang melegenda di Jl. Tidar Buat Pak Bi, Branding Malang adalah Pecel Mbak Poer. Namun sayang, kali ini pecelnya terasar terlalu pedas karena kami kelupaan pesan pecel dengan bumbu tidak pedas :’|

Ini lho nasi pecel-nya.

Ini lho nasi pecel-nya.

Selesai menyantap Pecel Mbak Poer, rombongan langsung menuju @DILo Telkom di Jl. Basuki Rahmat, Malang. Ternyata peserta Workshop Malang ini luar biasa sekali…luar biasa pesertanya yang sepertinya tidak pernah kehabisan energi.

Peserta khusus yang hadir yaitu Pak Laksita Suhud dan Denny Santoso, serta makanan yang berlimpah baik dari Telkom, panitia dan peserta – terutama dari Dea Bakery

Dea Bakery, banyak pilihannya dan harganya terjangkau

Dea Bakery, banyak pilihannya dan harganya terjangkau

Melalui workshop BBB#6 ini, Pak Bi dan Bu Dwita berkenalan dengan teman-teman UKM kota Malang dan kota-kota lainnya, seperti Dea Bakery, Mie Kudusan, Ayam Nelongso, Sambel Story, Ayam Dinem, Dru Kopi, LingLing Fruitbar, Kue Enak Bojonegoro, serta teman-teman lainnya di luar kuliner.

Bu Mulyani pemilik Dea Bakery juga pernah mengikuti workshop Pak Bi yang pertama kedua di Malang pada tahun 2014. Dea Bakery ini spesial karena roti-rotinya harganya terjangkau sekali. Kami semua sangat menyukai Almond Crispy-nya Dea Bakery yang renyah, tidak gampang hancur, serta karena tebal dan manisnya pas. 

Bu Mulyani yang lebih suka dipanggil Bu Dea ditantang oleh Pak Bi untuk menjadi oleh-oleh dari Kota Malang. Dea Bakery sudah memiliki Almond Crispy dan Apple Pie yang dicari orang. Tinggal menambahkan ikatan emosi dengan Malang. Nah, ini pe-er Pak Bi untuk Bu Dea dan team dari Dea Bakery

Terima kasih Almond Crispy-nya, Bu Dea!

Terima kasih Almond Crispy-nya, Bu Dea!

Mie Kudusan juga membawa produk ke lokasi Workshop untuk dicoba dan dinikmati oleh seluruh peserta. Mie Kudusan ini unik, namanya diambil dari nama jalan sebagai lokasi pertama depot Mie Kudusan dimulai dan sempat terkenal dengan nama yang lain. Oleh generasi kedua, yaitu Pak Linarto Wijaya, Mie Kudusan dikembalikan namanya merupakan Cui Mie cita rasa asli Malang yang berkualitas karena home made dan dijamin 100% halal.

Kayaknya enak!

Kayaknya enak!

Yang juga tidak kalah istimewanya adalah pastel buatan Ika dari Bojonegoro yang berisi ragout ayam serta kari sapi. Yang terakhir ini memang dibuat sebagai Curry Puff atau yang Bu Dwita sebut sebagai Pastel versi mall Ika sudah membuat Pastel ini selama 6 tahun dan ingin berkembang lagi. Pak Bi dan Bu Dwita juga menerima Pudding Bunga khusus dari Ika sebagai oleh-oleh. Alhamdulillah semua sampai Jakarta dengan selamat meski pun membutuhkan special handling karena takut hancur, hehe.

Curry puff-nya enak!

Curry puff-nya enak!

Perjalanan ke Malang ini menyimpan segala kesan.  Kulinernya enak, dan peserta workshop seru-seru. Pak Bi dan Bu Dwita yang seharusnya kembali ke Jakarta hari Minggu sore, akhirnya terpaksa diundur sampai keesokan harinya karena Gunung Bromo mengeluarkan asap!

Yuk kenalan lebih jauh dengan teman-teman UKM kuliner Malang:

Dea Bakery: http://www.deabakery.com/

Mie Kudusan: http://miekudusan.com/

Toast Story: http://www.mytoaststory.com/

Ika Sus : https://www.facebook.com/ika.susana.9

Ayam Nelongso : https://twitter.com/ayamnelongso

Sambel Story : https://www.facebook.com/sambalstory/

Previous post

Diekspor ke Eropa, Wayang Golek Asal Sumedang Ini Terjual Rp 60 Juta/Bulan

Next post

Gedung Bank Sampah di Kabupaten Pasuruan Dibangun dari Dana Desa

Admin

Admin

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *