Kuliner Jogja: Istimewa!

0
108
Gudeg Yu Djum

Pada 25-27 Maret 2016 lalu, Pak Bi dan Bu Dwita berkesempatan mengunjungi Yogyakarta dalam rangka Workshop Bisa Bikin Branding. Mereka tiba di Yogyakarta pada Jumat pagi, 25 Maret. Dijemput oleh Mas Hendri Hariyanto dan Halim Kusuma dari Mr. Teto yang juga sebagai panitia penyelenggara Workshop di Yogya, mereka langsung meluncur ke Gudeg Yu Djum sesuai pesanan Pak Bi.

Gudeg Yu Djum
Gudeg Yu Djum

Setiap kali ke Yogyakarta, Pak Bi memang selalu menyempatkan diri untuk singgah ke Gudeg Yu Djum. Oleh karena itu, menurut Pak Bi, slogan Yogyakarta Istimewa harusnya menjadi Yogyakarta Gudegnya Istimewa karena memang gudeg Yogya sangat istimewa dan menjadi destinasi utama wisatawan selain bakpia dan batiknya. Bahkan Pak Bi sudah berpesan, nanti sebelum pulang ke Jakarta, akan mampir lagi untuk membeli gudeg sebagai oleh-oleh keluarga J Team juga sempat sarapan di restoran gudeg yang paling tersohor di Yogyakarta itu.

Ngantri demi Gudegnya Yu Djum :)
Ngantri demi Gudegnya Yu Djum 🙂

Menurut Pak Bi, Gudeg Yu Djum adalah salah satu contoh terbaik untuk Komunal Brand. Orang-orang dari luar Yogyakarta, termasuk Pak Bi, bela-belain makan gudeg ketika berkunjung ke sana. Keberadaan Gudeg Jogja akan selalu dibela oleh orang-orang Yogya. Bahkan oleh orang-orang dari luar Yogya yang ikatan emosinya dengan Gudeg Yogya sudah sangat tinggi sehingga tidak mau Gudeg hilang dari Yogya apa pun yang terjadi. Selain itu, Gudeg Yu Djum juga nggak buka cabang di luar Yogyakarta jadi kamu harus ke sana demi makan gudegnya.

Setelah puas makan gudeg, Pak Bi dan Bu Dwita siang itu diantar jalan-jalan dulu ke Malioboro. Tapi karena bersamaan dengan libur panjang, Malioboro sangat rame. Akhirnya diputuskan untuk mencari batik di toko Batik Mirota. Bu Dwita borong batik-batik Yogya lho. Tidak ada foto karena belanjanya banyak jadi malu di foto, katanya hahaha.

Setelah puas belanja batik, Pak Bi dan Bu Dwita diantar Mas Hendri dan dan Halim mengunjungi Mr. Teto cabang Jl. A.M Sangaji No 85 Yogyakarta. Sayangnya nggak ketemu sama Mas Junaidi (@junaidisukses), pendiri restoran Madura tersebut yang sedang berada di luar kota. Mr. Teto ini merupakan singkatan dari saTE dan soTO 🙂

Mr. Teto ini merupakan satu-satunya restoran yang melayani pesan antar (delivery) sate Madura. Menu andalannya antara lain Sate Kelapa Dimadu dan Sate Ayam Kelapa Pedas seperti yang disantap oleh Pak Bi dan Bu Dwita:

12832573_10153655626069022_4955043046348926878_n 12376654_10153655586954022_2675651516909516659_n

Rasanya memang unik banget. Menurut Pak Bi, setiap orang yang datang ke Mr. Teto harus ditawarkan untuk memesan Sate dan Soto. Jadi, nggak cukup kalau hanya pesan Sate atau hanya pesan Soto. Kalau sudah berani Nyate, kenapa takut Nyoto! Jadi deh tagline baru untuk Mr. Teto J

Mejeng bersama Mas Hendri dan Halim di Mr. Teto
Mejeng bersama Mas Hendri dan Halim di Mr. Teto

Nah, besok malamnya setelah kegiatan workshop, Pak Bi dan Bu Dwita berkesempatan mencoba Sate Klatak Pak Bari yang letaknya di Pleret, Bantul. Cukup jauh dari kota Yogya. Nah, teman-teman bisa mencapai Pleret dari pusat kota Jogja dengan menggunakan mobil rental atau taksi. Kalau ramai-ramai enak karena bisa patungan 🙂

Sate Klatak ini merupakan sate kambing yang konon hanya dibumbui dengan garam dan merica. Tusuk satenya nggak biasa karena menggunakan jari-jari sepeda. Begitu dicoba, langsung terasa daging kambing yang lembut dan gurih tapi nggak bau. Enak dimakan tanpa apapun, tapi juga enak dimakan dengan kuah gulai yang disediakan dan ditemani nasi atau lontong yang hangat.

11180637_10153663674899022_2410588075368472256_n
Ini lho yang namanya Sate Klatak

 

Pak Bi juga menyebutkan kalau Sate Klatak Pak Bari juga merupakan contoh Komunal Brand yang baik, karena orang-orang rela jauh-jauh datang hanya untuk makan sate. Ada baiknya kata Yogya ditambahkan menjadi Sate Klatak Yogya Pak Bari. Ini pasti lebih mantap dan indikasi geografisnya sangat jelas.

Sekian liputan perjalanan ke Yogya. Pastinya, Pak Bi dan Bu Dwita akan kembali lagi ke Yogya bukan untuk workshop, tapi kulineran khas Yogya yang belum sempat dikunjungi pada kunjungan kemarin. Judulnya belum puas 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here