RumahUKM Review: Mari Ngopi di DruKopi

0
367

Di suatu malam Jumat, saya, Pak Bi dan Bu Dwita menyempatkan diri mampir ke DruKopi yang letaknya nggak begitu jauh dari kantor. Kebetulan salah satu pemilik DruKopi adalah Mbak Dissi, yang ikutan kelas Weekend Branding Mastery di Malang 9 April 2016 lalu. Sesampainya di sana, kami disambut oleh barista-barista yang ramah. Mbak Dissi saat itu sedang on the way dari tempat lain.

Karena lapar, saya memesan ayam geprek dengan tahu goreng dan tempe. Ayam geprek ini saya pesan dari Wong Sugih, yang terletak persis di luarnya DruKopi. Sesuai namanya, ayam geprek ini sebenarnya mirip ayam penyet tapi digeprek. Untuk yang nggak suka pedas, pesan yang level 1 saja ya…

Ayam geprek level medium dengan tempe dan tahu goreng. Ternyata banyak juga porsinya!
Ayam geprek level medium dengan tempe dan tahu goreng. Ternyata banyak juga porsinya!

Sebagai penggemar berat ayam goreng, saya suka banget dengan ayam gepreknya Wong Sugih. Harganya cukup terjangkau dan rasanya pas di lidah, apalagi kalau dimakan dengan tempe-tahu. Oh iya, tempe dan tahu adalah menu tambahan ya. Menu lainnya ada juga jamur goreng crispy yang sayangnya sudah habis ketika saya mau pesan.

Untuk minumnya, saya memesan Iced Cappuccino. Karena saya biasanya minum kopi nggak pakai gula, saya langsung minum setelah diaduk. Ternyata enak, lho! Nggak terlalu pahit, nggak terlalu asam juga, dan nggak ‘berair’. Semuanya pas.

Iced Cappuccino
Iced Cappuccino

Bu Dwita memesan Creme Brulee latte. Kami sepakat kalau ini nggak terlalu manis dan enak! Cocok untuk kamu yang suka ngopi tapi nggak suka yang terlalu ‘berat’.

IMG_5750

Pak Bi setia dengan Green Tea Latte. Nah kalau yang ini, menurut saya enak tapi rasanya familiar. Kayak pernah minum green tea yang sama di mana gitu…

IMG_5749

Nggak lama kemudian, Mbak Dissi datang menyusul kami. Karena Pak Bi sedang batuk, Mbak Dissi merekomendasikan Teh Namong yang dibawa khusus dari Singkawang. Teh Namong ini terbuat dari kulit jeruk nipis yang difermentasi. Pak Bi memesan yang hangat, sedangkan saya dan Bu Dwita memesan yang dingin.

IMG_5766

Nah, kalau menurut saya pribadi, Namong lebih enak disajikan dingin! Karena rasanya yang unik, manis dan asam tapi juga sedikit asin, jadinya segar untuk diminum di cuaca panas seperti akhir-akhir ini. Tapi, Namong hangat bisa kamu coba ketika cuaca sedang agak dingin.

Kami juga memesan snack: nachos dan singkong goreng keju. Porsinya agak besar, jadi cocok untuk sharing.

IMG_5756
Nachos dengan bumbu spaghetti dan Singkong Goreng Keju

Salah satu barista DruKopi menawarkan saya filter coffee dari Mandailing. Kopi dari beans lokal memang lebih cocok disajikan dengan metode manual brew (tanpa menggunakan mesin espresso). Oh iya, DruKopi juga memiliki menu spesial Dru’s Signature Drinks yaitu Missus Dru dan Little Miss Dru yang memiliki cita rasa mint serta Milky Oreo Latte.

Harga menu di DruKopi cukup terjangkau. Untuk menu kopi berkisar dari Rp22.000 – Rp25.000, sedangkan Dru’s Signature Drinks bisa kamu dapatkan dengan Rp27.000. Selain ayam geprek, untuk makanannya ada pasta serta snack seperti french fries.

Tak terasa sudah dua jam lebih kami di DruKopi. Terima kasih untuk Mbak Dissi dan tim untuk makanan dan minumannya yang enak banget!

Mbak Dissi, Pak Bi, dan Bu Dwita berfoto bersama
Mbak Dissi, Pak Bi, dan Bu Dwita berfoto bersama.

 

Kunjungi Drukopi di: 

Alamat: Jalan Pangeran Antasari No. 67, Ruko Beverly, Jakarta Selatan

No. Telp: 021 766 7287

Email: drukopi@gmail.com

Facebook: DruKopi

Instagram: @drukopi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here