Serunya Kuliner Semarang

0
242

Bulan Maret lalu, Pak Bi dundang untuk berbicara di Workshop Pengembangan Koperasi dan UMKM: OVOP sebagai Senjata Ekonomi Desa di Semarang. Karena seminarnya baru hari Senin, Pak Bi dan Bu Dwita pun keliling Semarang ditemani oleh teman-teman UKM. Sekalian reunian 😀

Inilah beberapa kuliner Semarang yang mereka sambangi di sana:

Pertama, mereka mengunjungi Soto Bangkong di Jl. Brigjen Katamso 1, Semarang. Katanya, ini yang asli.

2bbe5412-6d1d-4ed6-90f5-4a3eaa31d05f
Soto Bangkong dengan perkedel dan lauk lainnya

Soto Bangkong berdiri sejak tahun 1950-an. Awalnya, soto dijajakan dengan dipikul menggunakan angkring bambu. Pak Sholeh, pendiri Soto Bangkong, menjajakannya dengan berjalan kaki. Usaha dirintis lebih dari 60 tahun olehnya. Bangkong berarti katak, banyak orang yang mengira kalau dagingnya berasal dari hewan reptilia tersebut 😀 Padahal, bangkong berasal dari nama jalan tempat restoran pertama Soto Bangkong. Ternyata, sebelum menjadi Jalan Brigjen Katamso, jalan tersebut sering dikenal dengan Jalan Bangkong.

Pada siang menjelang sore, Pak Bi dan Bu Dwita mengunjungi Tahu Petis Yudhistira di Jalan Yudistira, Semarang. Kali ini, mereka mau ngemil tahu petis dan lumpia Tahu Petis Yudhistira, langsung di kota asalnya.

6abd90cd-bdc9-47c8-b25a-d4e2e5abb1d0
Bu Dwita dan Pak Bi happy membawa pulang oleh-oleh petis

Toko Tahu Petis Yudhistira yang ini dulunya adalah garasi rumah ibunya Mbak Wieke, pemiliknya. Meskipun kecil, tapi tempatnya nyaman.

Nah, ini Pak Bi dan Bu Dwita sedang makan tahu petis bersama Wendi Hutagaol dan Mas Dodi Zulkifli dari Design Talk, peserta workshop #BisaBikinBrand Jakarta 3.

9a485ac6-f043-4541-b7ea-2368202c3fee
Tahu petisnya kayaknya enak 😀

Sekalian juga reunian bersama teman-teman lama dari Bukan Akademi Semarang. Terima kasih sudah pada mampir ya teman-teman!

Pak Bi dan Bu Dwita bersama Wendi Hutagaol, Dodi Zulkifli, Hantoro, Iqoniyoma Faundra dan Cahyadi.
Pak Bi dan Bu Dwita bersama Wendi Hutagaol, Dodi Zulkifli, Hantoro, Iqoniyoma Faundra dan Cahyadi.

Setelah ngemil tahu petis dan lumpia Semarang, Mas Dodi mengajak Pak Bi dan Bu Dwita ke Khoja Resto. Restoran yang terkenal dengan nasi biryani dan kebulinya ini adalah milik omnya Mas Dodi.

8876bb20-116d-4778-a78c-668933489329
Nasi kebuli kari kambing

Pak Bi dan Bu Dwita sangat menyukai kedua menu khas Timur Tengah ini. Kata mereka, rasa rempahnya berasa tapi nggak ‘nyegrak’. Semuanya terasa pas.

605ef7f7-2581-4672-b599-749e4e0c60fb
Nasi biryani kambing

Makan-makan di Semarang nggak berakhir sampai di nasi biryani dan kebuli, karena malamnya mereka berpindah tempat ke Simpang Lima, jantung kota Semarang. Ternyata Simpang Lima yang di tengahnya ada Lapangan Pancasila ini adalah titik pertemuan lima jalan lho! Nama-nama jalannya antara lain: Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Gajah Mada dan Jl. A. Dahlan. Di sekitar Simpang Lima ada beberapa hotel berbintang dan pusat perbelanjaan.

Nah, Simpang Lima ini juga terkenal sebagai pusat kuliner yang hanya ada pada malam hari. Kalau siang, ini adalah trotoar:

1bd094d3-674f-45e6-9b42-c6d7585a6bf0
Siangnya trotoar, malamnya beralih fungsi jadi pusat kuliner.

Ada banyak pilihan kuliner di Simpang Lima, mulai dari kuliner khas Semarang hingga daerah lainnya. Gudeg ceker, olahan kambing, hingga roti bakar juga tersedia.

cefa73fe-fa41-425c-ba04-8e174af45fa8
Berbagai kios makanan di Simpang Lima

Malam itu, Pak Bi dan Bu Dwita bersama teman-teman lainnya memilih seafood dan sup kaki kambing.

8e219764-f456-4b96-8cdb-9d60e2a6411b
Udang dan sup kaki kambing

Udah ngiler, belum? 😀

154c21c5-8df6-47fe-a9b2-3fd985a36648
Gurame, tumis kangkung, dan orek tempe

Setiap jalan-jalan ke luar kota memang nggak pernah bisa kurus, tak terkecuali Pak Bi dan Bu Dwita. Tapi, hidup cuma sekali jadi perlu kita nikmati dengan makan enak sesekali 😀 Diet dan olahraga bisa menunggu di rumah.

 

Sumber:

http://www.kompasiana.com/sarohganik/nikmatnya-soto-bangkong-semarang_551805cfa33311d207b66233

http://www.emakmbolang.com/2015/09/berburu-kuliner-di-simpang-lima-semarang.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Simpang_Lima_Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here