Mahasiswa Ini Bikin Es Krim dari Sayuran, Omzetnya Rp 10 Juta/Bulan

0
149
Foto: Gorgan's Ice Cream

Jakarta – Eskrim sebagai salah satu makanan favorit digarap sebagai peluang bisnis oleh Nur An Nisaa. Mahasiswa asal Surabaya ini membuat inovasi usaha di bidang kuliner dengan membuat es krim dengan bahan baku sayuran.

Ia mengaku, telah memulai usahanya sejak tahun 2011 lalu dengan menyisihkan uang sakunya selama satu bulan untuk membuka gorgan’s ice cream.

“Modal awalnya Rp 500 ribu, zaman saya kelas 2 SMA dulu tahun 2011, saya ngumpulin uang jajan selama sebulan,” terang An Nisaa kepada detikFinance, Minggu (13/03/2016).

Dirinya juga mengaku, memilih membuat es krim dari sayuran karena ingin membuat sayuran disukai masyarakat.

“Karena es krim kan semua orang suka ya, jadi saya mikir bagaimana caranya supaya sayuran lebih disukai,” jelasAnNisaa.

Pada awalnya, An Nisaa mengaku, perlu memperkenalkan produknya kepada masyarakat secara rutin dengan mendatangi beberapa tempat seperti posyandu, TK, dan sekolah.

“Awalnya harus mengedukasi masyarakat saja kalau sayuran harus disukai. Saya bagi-bagi tester ke mereka untuk mencoba tapi nggak bilang itu rasa apa, biar mereka cobain saja dan ngomong rasanya seperti apa,” ujar An Nisaa.

Bahan baku utama pembuatan es krim ini adalah sayuran dengan beberapa campuran bahan lainnya untuk memperkaya rasa. Sayuran yang digunakan juga beragam, mulai dari sawi, wortel, bayam merah, tomat, kol ungu, dan sawi pokcoy.

“Bahan baku utamanya sayuran dari sawi, wortel, bayam merah, tomat, kol ungu, sama sawi pokcoy. Sayuran ini lalu dicampur dengan beberapa bahan lain seperti susu, telur, dan gula low fat,” terangAnNisaa.

Dirinya menggunakan teknologi manipulasi rasa dalam mengolah es krim buatannya. Teknologi manipulasi rasa ini digunakan untuk menarik minat konsumen untuk mencoba produk buatannya.

Teknologi manipulasi rasa ini diterapkan pada dua varian rasa sayuran saja, yaitu sawi yang dimanipulasi menjadi rasa alpukat dan kol ungu yang dibuat menjadi rasa blueberry.

“Di sini ada rasa blueberry sama alpukat juga, tapi itu dibuat dari teknologi manipulasi rasa. Kayak alpukat dibuat dari sawi dan blueberry dibuat dari kol ungu,” terang An Nisaa.

Saat ini, produk yang menjadi unggulannya adalah es krim rasa alpukat dan blueberry yang masing-masing terbuat dari sawi dan kol ungu.

“Untuk sekarang sih yang paling laku ya es krim dari sayur sawi yang rasa alpukat sama es krim dari kol ungu yang rasa blueberry,” jelasnya.

Hingga saat ini, varian produknya sudah mencapai 20 jenis yang terdiri dari es krim sayur dan kapsul es krim. Kapsul es krim merupakan kue yang terbuat dari es krim sayuran.

“Sekarang sih sudah ada 20 item lah untuk es krim sayur dan kapsul es krim. Kalau kapsul es krim itu kue tapi dari es krim yang biasanya buat kue ulang tahun,” terang An Nisaa.

Harga yang ditawarkan An Nisaa beragam, mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 260 ribu.

“Kalau es krim sayur yang biasa kita jual Rp 15 ribu, kalau yang kapsul es krim itu dari Rp 45 ribu sampai Rp 260 ribu dengan diameter 20 cm,” terangnya.

Omzet yang didapatkan mahasiswa UIN Sunan Ampel ini mampu melebihi pendapatan karyawan biasa. Dirinya mengaku, mampu mengantongi sedikitnya Rp 10 juta setiap bulannya dari usaha es krim tersebut. An Nisaa juga mengaku, saat ini mendapatkan pasokan bahan baku dengan membeli sayuran dari petani sayuran.

“Untuk sekarang omzetnya bisa Rp 10 juta per bulan. Kalau bahan baku sayurannya sih kita beli dari petani sayuran saja,” ujar An Nisaa.

Ke depannya, An Nisaa mengaku, ingin menanam sayuran sendiri dengan teknologi hidroponik di kampusnya.

“Nanti mau bikin hidroponik sayuran di kampus, nanti bisa diolah jadi es krim,” jelas dia.

Untuk mencoba gorgan’s ice cream, pembeli dapat mengunjungi tempat pembuatannya secara langsung di Surabaya, tepatnya di Jalan Ploso Timur, di wilayah kampus Unair, atau bisa dicek ke instagram.com/gorgansicecream atau Facebook: gorgan’s ice cream.

Sumber: Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here