Pensiunan Perumnas Ini Sukses Ciptakan Produk Teh Herbal Unggulan

0
241
Effirman Azizy, produsen teh herbal Ruhama. (Foto: Jitunews/Aditya Kurniawan)

JAKARTA – Effirman Azizy pernah diserang penyakit tumor pada usus yang membuatnya harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit selama satu minggu. Karena penyakitnya itu, pria yang kerap disapa Azizy ini diharuskan mengonsumsi obat herbal seharga Rp 2,3 juta agar bisa pulih.

Dengan nominal harga obat yang harus ditebusnya secara rutin, Azizy pun merasa merasa ‘terpukul’. Terlebih masa bakti Azizy di kantornya mendekati masa pensiun.

“Harga obatnya per bulan Rp 2,3 juta, sedangkan 1 tahun lagi saya pensiun. Saya bingung, hingga pada akhirnya saya coba-coba membuat racikan teh dari dedaunan. Ilmunya saya dapat dari buku-buku herbal,” ujar mantan karyawan Perumnas yang pensiun tahun 2008 saat ditemui JITUNEWS.COM beberapa waktu lalu.

Aksi coba-coba Azizy pun berbuah manis, obat medis yang telah dikonsumsinya selama 3 bulan akhirnya posisinya tergantikan oleh teh herbal sirih merah racikannya sendiri.

Melihat hasilnya yang positif, Azizy pun lantas menawarkan formulanya ke teman kantor yang menderita penyakit seperti asam urat, darah tinggi dan aneka penyakit dalam lainnya. Selama masa percobaan 1 tahun, Azizy membagikan formulanya secara cuma-cuma kendati ia pernah mendapat guyonan dan cibiran dari teman sekantornya.

“Hey Azizy, kamu makan obat satu macam, kok semua penyakit bisa sembuh,”ucap Azizy menirukan guyonan teman sekantornya.

Diakui Azizy, setelah racikan teh sirih merahnya terbukti manjur meredakan berbagai macam penyakit, ia pun akhirnya terdorong mengikuti pelatihan wirausaha yang diadakan oleh Dinkes Kabupaten Tangerang.

Kini, dengan mengusung brand Ruhama, Aziziy telah mendaftarkan produknya ke Dinas Kesehatan pada tahun 2009 dan telah mengantongi izin PIRT serta sertifikat halal pada tahun 2015.

“Sekarang Ruhama merupakan produk herbal unggulan Kabupaten Tangerang. Produk Ruhama sudah bisa ditemui di apotik, toko obat, galeri UKM dan Smesco. Saya juga pernah didaftarkan oleh Pemkab untuk mengikuti pameran International Herbal di Jinju Korea Selatan pada November 2014. Ternyata pangsa pasar herbal luas,”ujar Azizy bangga.

Sumber: Jitunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here