300 Orang di Bali Ikut Magang Wirausaha

0
183

Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyelenggarakan program magang bagi 300 orang di Bali. Jumlah itu masing-masing 100 orang dari Kota Bangli, Denpasar, dan Klungkung.

“Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan diri para pemuda dalam memasuki dunia kerja, sebagai wirausaha muda pemula yang tangguh,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Maret 2016.

Program magang ini merupakan program pemerintah sejak 13 Februari 2016. Prakoso mengatakan ada 500 orang yang mengikuti program itu. Sebanyak 200 orang lainnya diterjunkan ke pelaku usaha di Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah. Magang dilakukan selama 25 hari dan progam itu telah selesai pada hari ini yang ditutup resmi oleh Prakoso di Bali.

Menurut Prakoso, progam magang dilakukan untuk mendorong pemuda berwirausaha. Sebab saat ini angka wirausaha di Indonesia masih rendah, yaitu 1,65 persen dari jumlah penduduk. Sementara di Amerika Serikat mencapai 11,5 persen, Singapura 7,2 persen, Jepang 11 persen, Cina 10 persen, dan Malaysia sudah 3 persen. Ia berharap pelaku usaha di Indonesia bisa mencapai lebih dari 2 persen sebagai salah satu indikator negara makmur.

Prakoso menambahkan angka pengangguran nasional saat ini sebesar 7,2 juta jiwa masih didominasi angkatan kerja terdidik. Ia pun berkomitmen akan menciptakan program yang mampu mengubah pola pikir pemuda menjadi pencipta lapangan kerja.

Salah satu industri yang menjadi tempat magang di Bali adalah JM Coffee. Pemilik JM Coffee Ni Wayan Sariningsih mendorong peserta yang telah magang bisa mengembangkan usahanya dengan sistem franchise.

Sariningsih mengatakan modal mendirikan kedai kopi franchise miliknya hanya Rp 500 ribu. “Tidak terlalu mahal bagi pemula,” kata dia.

Sumber: Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here