Lapangan Kerja Baru Tercipta, Daerah Berharap Program Magang Ditingkatkan

0
247

Daerah berharap program magang kerja bagi calon wirausaha dilanjutkan dan ditingkatkan. Pasalnya, program yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini terbukti mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Palu, Sulawesi Tengah, Asmawir H Suti menyatakan menyambut positif program pemagangan tersebut. Sebab, selama ini pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang bergerak di berbagai bidang usaha, baik usaha kecil menengah (UKM) maupun koperasi di daerah, khususnya di Palu masih sangat kurang.

Ia menambah, sebelumnnya pihaknya meminta kepada sejumlah anggota DPR dari Komisi VI, agar masyarakat Palu diberikan bantuan tentang pengembangan SDM.

Karena itu, program pemagangan kerja, pendidikan dan pelatihan bagi calon wirausaha yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Palu ini bagaikan ‘pucuk dicinta ulampun tiba’, sehingga kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi program ini,” kata Aswawir di Palu, Rabu (16/3).

Seperti diketahui bahwa saat ini sebanyak 100 calon wirausaha di Palu di magangkan kerja selama 25 hari di sejumlah perusahaan yang berkategori UKM yang bergerak di berbagai usaha, seperti sektor perikanan, industri pengolahan cokelat, salon, keripik pisang dan ubi, laundry, bawang goreng, dan periklanan. Diharapkan setelah magang, mereka dapat membuka usaha sendiri atau bermitra dengan tempat mereka magang.

Ia mengatakan di Palu memiliki potensi di sektor kelautan dan perikanan yang sangat luar biasa. Sebab, di Palu memiliki laut yang sangat luas dan potensi perikanan luar biasa. Hanya saja, sampai saat ini belum maksimal dalam pengelolaannya. Ini salah satunya karena masih lemahnya SDM di sini,” tambahnya.

Selain kelautan, lanjutnya, Palu juga memiliki potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lain yakni ubi atau ketela pohon di Banggai Kepualauan. Ubi di Banggai sangat unit, buahnya besar dan rasanya pun sangat enak. Sayangnya, pemanfaatannya masih sangat tradisional yakni hanya di rebus. Padahal, jika dikembangkan bisa dibuat berbagai makanan, seperti keripik dan makanan cemilan lainnya.

Karena itu, selain mendapatkan program pemagangan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM, kata Aswawir, pihaknya juga pernah membawa sejumlah pelaku Koperasi dan UKM Palu untuk belajar atau semacam studi banding ke Jawa Tengah. Kami minta mereka menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan mempelajari apa yang sekirannya dapat dikembangkan di Sulawesi Tengah,” katanya.

Peroleh Pembinaan

Sementara itu, Ansharuddin, pelaku UKM yang bergerak di bidang pengolahan coklat bernama Banua Cokelat menyatakan berterima kasih kepada pemerintah, baik melalui Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan yang telah melakukan pembinaan hingga usahanya berhasil, dan kini menjadi tempat magang para calon wirausaha.

Produk Banua Cokelat termasuk unik dan memiiki berbagai macam varian rasa, seperti nangka, cabai, susu, dan mangga. Produk Banua Cokelat kini telah tersebar di sejumlah daerah termasuk di luar negeri, salah satunya Malaysia.

Sementara itu, Aditya, peserta magang menyatakan berterima kasih telah terpilih sebagai peserta magang. Memalui magang ini, dia berharap kedepan dapat membuka usaha sendiri, karena saat magang dibekali pengetahuan dari mulai proses priduksi, kemasan, hingga pemasaran.

Kami selalu teringat kepada serang motivator yang menyatakan bahwa sekecil apapun usahamu, kamu tetap menjadi bos. Kami ingin seperti itu,” tegas Aditya.

Sumber: Rmol.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here