Olah Buah Naga Naik Derajat ke Tingkat Asia

0
69
Suci Wirastama belajar secara otodidak dalam berkreativitas mengolah buah naga. Kini ia bisa meraup untung puluhan juta dari usaha ini.

Suci tak menyangka usaha yang dirintis pertengahan 2015 itu berhasil memenangkan berbagai kontes perlombaan UKM. Mulai dari tingkat kota hingga tingkat asia yang digelar Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah di Gedung SMESCO Jakarta. Keberhasilan itu mengharumkan nama Kota Balikpapan. Ia pun meraih penghargaan Warga Berprestasi Kota Balikpapan pada 10 Februari lalu.

Suci menjadi Ketua Tim Penggerak PKK di Kelurahan Batu Ampar. Ia mendapat imbauan dari istri wali kota sebagai Ketua PKK Balikpapan untuk menciptakan usaha produktif rumah tangga. “Agar kami bisa membantu suami dengan menciptakan usaha. Sehingga tidak hanya berdiam diri saja di rumah,” katanya.

Wanita asli kelahiran Kota Minyak ini terinspirasi untuk mencoba membuat suatu olahan makanan dengan menggunakan bahan baku lokal. Suci dan keluarga yang memang penikmat makanan kepiting dan buah naga, membuatnya tertarik untuk menggunakan kedua jenis makanan tersebut sebagai bahan baku dasar olahan makanan. Terciptalah tiga jenis produk yakni brownis kepiting, teh buah naga, dan dodol pinas.

Suci membawa tiga produknya ini dalam kegiatan Festival Panganan dan Desain Cinderamata Khas Balikpapan, September 2015 lalu. Hasilnya, brownis kepiting berhasil keluar sebagai pemenang. Keberhasilan pertamanya itu, membuat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Provinsi Kalimantan Timur tertarik untuk membawa produk-produk yang diciptakan Suci ke Festival SMESCO Award yang dihadiri oleh UMKM dan IMKM se-Asia.

Gayung bersambut, produk teh buah naganya berhasil menang sebagai produk minuman dengan kemasan terbaik. “Padahal lawan-lawan saya itu sudah memiliki kualitas ekspor, baik dari segi kemasan maupun pemasaran,” tutur ibu dari dua anak ini.

Setelah beberapa kali menang dan banyaknya permintaan, akhirnya Suci bersemangat untuk membawa usahanya menjadi serius. Dibantu dengan empat orang pekerja di bagian produksi dan dua orang sebagai tim promosi, kini tidak hanya tiga produk itu saja yang dihasilkan Triangle Brownish. “Sekarang ada produk sambal seafood, steak kepiting, barongko buah naga dan durian, selai buah naga, dan manisan buah naga” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Saat ini, produk-produk yang diciptakannya dipasarkan di beberapa tempat. Seperti Galeri SMESCO Jakarta, sentra UKM di Samarinda. Rencana, dalam waktu dekat akan masuk ke jaringan swalayan di Balikpapan. “Sekarang yang utama penjualan masih melalui online,” sebutnya.

Usaha yang tergolong baru ini, mampu menghasilkan keuntungan mencapai 20-30 juta rupiah perbulan.

Putri dari pasangan Adoel Bhakti dan Treis Korin Iriani itu menuturkan, kendala yang dihadapi ada di bagian alat dan kemasan. Sebab, semua produksi makanan tersebut masih diolah secara manual. Jika permintaan mulai banyak, Suci dan tim produksi agak kerepotan karena keterbatasan alat.

Suci mengatakan, tidak ada kesulitan dalam mencari buah naga sebagai bahan baku utama. Sebab, ia sudah melakukan kerja sama dengan petani sebagai pemasok bahan baku. “Biasanya dalam satu bulan membutuhkan minimal 150 kilogram buah naga. Itu pun tidak ada bahan yang terbuang, mulai dari kulit dan isinya semua dapat diolah menjadi makanan,” ungkapnya.

Meski bukan menjadi hal yang baru baginya dalam merintis usaha, Suci juga banyak belajar secara autodidak. Istri dari Budhi Setya Wirastama ini berharap, nantinya produk-produk yang dihasilkannya tidak hanya terkenal di Balikpapan saja. Namun juga bisa ke tingkat nasional, agar dapat mengangkat kota Balikpapan juga. Menurutnya, bisnis ini juga cukup menjanjikan dan jangka panjang. “Siapa tahu bisa dikembangkan untuk usaha anak dan cucu kelak,” harapnya.

Sumber: Kaltim.prokal.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here