Mendulang Untung dari Seni Melukis Huruf

0
822

JAKARTA – Hand lettering atau seni lukus huruf sebenarnya adalah gabungan dari dua disiplin ilmu. Yakni, kaligrafi dan lettering. Kaligrafi itu sendiri adalah menulis huruf, sementara lettering adalah menggambar huruf.

Bisa dikatakan, seni ini adalah melukis huruf dan merupakan cara sederhana yang efektif dalam berkomunikasi untuk menyampaikan pesan dengan penyajian visual yang indah. Cara yang bisa digunakan untuk mengekspresikan 26 huruf pun menjadi tidak terbatas.

Hand lettering sebenarnya sudah lama hadir di Indonesia, coba saja tengok hasil karya tulisan yang digunakan oleh penjaja pecel lele oleh kaki lima. Itu merupakan bagian darinya.

1. Media aplikasi

Media yang bisa dipakai pun sangat luas tidak hanya terpaku pada kertas saja, tapi juga bisa untuk kayu, besi, sangat bergantung pada kebutuhan. Alat menulisnya pun bermacam-macam, ada pena dengan ujung lebar, tajam, ataupun tumpul.

Bisa juga menggunakan spidol dengan ujung kuas atau kuas lukis. Tiap alat yang digunakan tentunya akan memberikan hasil tulisan yang berbeda-beda.

Ambil contoh, bila memakai kuas lukis hasil cocok digunakan untuk tulisan jenis Script atau tulisan sambung. Sementara, untuk pena dengan ujung lebar untuk jenis tulisan Roman, Italic, dan Blackletter. Sedangkan pena berujung tajam diperuntukkan untuk jenis tulisan Copperplate atau Spencerian.

Seni ini pun menjadi menarik perhatian kalangan anak muda sejak 2014 dan bermunculan banyak wadah komunitasnya. Salah satunya adalah Kaligrafina yang dapat ditemukan di Instagram @kaligrafina.

Fitri, salah satu pendiri Kaligrafina, menceritakan pada 2014 seni hand lettering, yang termasuk di dalamnya kaligrafi dan lettering sedang menanjak popularitasnya. Mulai pada tahun itu juga, kaligrafi dan lettering, semakin sering dimasukkan dalam salah satu aspek untuk desain undangan pernikahan, dekorasi restoran, logo, desain baju dan hiasan lainnya dalam acara formal.

Berawal dari hobi, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai bisnis yang beromzet jutaan bila ditekuni secara serius. Hendry, salah satu seniman dengan mengungkapkan, dengan semenjak dua tahun full time menekuni bisnis ini, omzet yang ia dapat mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta.

Dirinya juga seringkali mendapat proyek besar untuk mendesain interior baik untuk kafe atau barber shop. Tingkat kesulitannya pun akan menjadi beragam karena akan sangat bergantung pada kecepatan penggarapannya hingga selesai, bisa jadi butuh berhari-hari. Tapi, pundi-pundi yang dihasilkan bisa mencapai Rp8 juta.

“Biasanya untuk proyek besar, saya tidak lakukan sendiri, tapi juga dibantu rekan seniman,” terang pemilik akun Instagram @HendryJuanda tersebut.

Sementara itu, untuk proyek lainnya yang tidak dianggap memakan waktu lama, akan sangat bergantung dari media yang dikerjakan. Bisa dilihat dari segi desain dari digital atau manual harga yang ia patok mulai dari Rp500.000.

Seniman lainnya, Tara lewat akun Instagramnya @tarawrites, dirinya mendapat kesempatan tawaran untuk mengisi konten untuk akun Instagram dari salah satu merek fesyen terkenal untuk wanita.

Kendati, dia mengaku belum 100% terjun di bisnis ini namun ini cukup membuat dirinya makin percaya diri untuk menggarap proyek lainnya. Untuk dapat dihitung untuk melengkapi portofolionya. Untuk setiap pesanan artwork berukuran A3 dirinya menghargai Rp250.000 termasuk frame.

Fitri menambahkan, ke depannya peluang bisnis dari seni ini akan makin cerah karena sudah diapresiasi dengan baik. Contoh nyatanya adalah terlihat banyaknya restoran yang mendekor menu dan dindingnya dengan seni hand lettering atau mural.

Terlebih, untuk para pemilik restoran yang ingin desain yang khas, penggunaan hand lettering akan jadi sangat pas karena desain bisa disesuaikan. Sehingga, hasil yang didapat akan sangat unik.

“Begitu pula dengan bisnis untuk event pernikahan semakin banyak orang yang menggunakan kaligrafi untuk tulisan baik di undangan maupun hiasan dekorasinya.”

2. Cari ciri khas

Rupanya, tidak hanya sekedar niat dan memiliki tulisan yang bagus saja untuk bisa terjun ke bisnis ini. Perlu ada yang diperhatikan yakni pentingnya memiliki ciri khas sebagai identitas diri.

Tara mengatakan ciri khas penting untuk setiap seniman miliki. Pasalnya, saat ini sudah lumayan banyak handletterer di Indonesia dari berbagai komunitas. “Jadi kita mesti punya unique selling point yang buat kita jadi standout dari yang lainnya.”

Sementara itu, Hendry menambahkan, untuk mendapatkan ciri khas tulisan tidaklah instan. Semuanya perlu proses belajar. Makanya, dia menegaskan dalam proses latian jangan kerap melupakan penguasaan kemampuan dasar.

Padahal ini penting untuk melatih konsistensi huruf biar kian sempurna, melatih keseimbangan, struktur dalam menarik garis, dan mendalami anatomi huruf. Setelah itu, baru bisa memulai mengekspresikan atau bahkan melanggar “pakem” tersebut.

Untuk melatih keluwesan tangan, sebenarnya tidak perlu alat-alat yang mutakhir dan harga yang mahal, bisa dimulai dengan pensil, penghapus, penggaris, drawing pen, dan jangka. Bila sudah dirasa cukup luwes, bisa upgrade alat-alat dengan tingkatan khusus untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Media belajar pun bisa belajar sendiri otodidak lewat internet, baik lewat situs Youtube, Instagram, Pinterest, atau Dribbble, lewat buku referensi atau ikut workshop yang sering diadakan oleh komunitas hand lettering.

Mengikuti workshop dan sharing session bisa menjadi salah satu jendela ilmu, sebab di sana akan banyak ilmu yang kemungkinannya belum tersampaikan saat kita berseluncur di internet atau membaca buku.

Tambahan lainnya, perlu niat yang kuat untuk mau belajar, latihan, tidak malu untuk bertanya, serta kesabaran untuk menemukan ciri khas tulisan yang membedakan diri kita dengan seniman lainnya.

Perluas jaringan

Bersosialisasi memang penting demi mengeksiskan nama kita di kalangan handletterer lainnya. Lewat sosial media seperti Instagram, tentu saja bisa dimanfaatkan untuk membuka jalan pintu rezeki.

Seperti yang dialami Tara, dia mengaku selama ini hanya menggunakan Instagram untuk kegiatan branding saja. Kebetulan dirinya mendapat pekerjaan pertamanya lewat tawaran dari sosial media tersebut.

Berkumpul dengan sesama rekan di komunitas juga dapat digunakan untuk membuka peluang bisnis baru. Barangkali ada referensi proyek yang bisa digarap secara bersama.

Di luar itu, kita juga perlu menjaring teman-teman yang memiliki bisnis desain interior. Dimana, ini memungkinkan kita diberi kesempatan untuk menangani handlettering untuk mendekor interior itu sendiri.

Hendry mengungkapkan, lewat rekan dari bisnis interior ini. Dirinya bisa menggarap kafe yang dimiliki salah seorang selebriti chef terkenal di Indonesia. Dari situ, dia mendapat peluang bisnis lainnya lewat referensi dari chef tersebut.

3. Tips Memulai Usaha

Sebagai salah satu produk industri kreatif, potensi keuntungan maupun peluang pasar bisnis hand lettering memang menjanjikan. Jika tertarik memulai bisnis ini, Anda perlu mempelajarinya lebih mendalam dengan langkah dan strategi yang tepat. Berikut tip untuk memulai dan mengembangkan usaha ini.

  • Cari tahu seberapa minatkah dirimu dengan bisnis ini. Bisa dilakukan dengan Pen Meet Up yang sering diadakan di berbagai kota. Biasanya di kegiatan ini bisa menjadi ajang coba-coba untuk bertanya banyak mengenai seni hand lettering ini.
  • Rajin ikut workshop yang diadakan oleh berbagai komunitas. Dengan membayar biaya per pertemuan mulai dari Rp170.000 sampai Rp450.000 atau bahkan sampai gratis, kita sudah dapat starter kit termasuk ilmunya.
  • Cari tahu target jenis huruf yang mau dipelajari. Dari situ akan lebih mudah mengkerucutkan materinya apa saja yang harus dipelajari, bisa lewat online, buku referensi atau kelas belajar yang diadakan.
  • Karena hand lettering adalah seni crafting atau prakarya yang segalanya dikerjakan dengan tangan. Maka yang dibutuhkan adalah latihan yang sering dan kesabaran yang cukup banyak agar bisa mendapatkan hasil tulisan yang bagus dan baik untuk dipasarkan.
  • Perlu terapkan pakem dasar hand lettering. Ini penting untuk melatih konsistensi huruf biar kian sempurna, melatih keseimbangan, struktur dalam menarik garis, dan mendalami anatomi huruf. Setelah itu, baru bisa memulai mengekspresikan atau bahkan melanggar “pakem” tersebut.
  • Rutin pajang hasil karya di sosial media. Sebelum terjun ke bisnis, ada kalanya perlu melihat progress hasil karya dari waktu ke waktu. Bahkan kalau perlu mulai sejak hari pertama latihan. Ini penting agar proses belajar terus terpantau dan dipantau.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here