Kunci Sukses Beternak Ulat Sutra Putih

0
11

Peluang pasar yang masih besar dari produk ulat sutra putih berupa benang sutra masih mendorong peternak ulat sutra untuk membudidayakannya.

Menurut pakar ulat sutra dari IPB, Hotnida C.H. Siregar, usaha ternak ulat sutra akan sangat baik ke depannya mengingat industri UKM Indonesia yang membutuhkan bahan baku kain semakin tumbuh dan berkembang. Hasilnya sendiri tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi sudah bisa ekspor ke mancanegara.

“Dengan cara budidaya yang sebenarnya cukup mudah dan pelaku usahanya masih sangat terbatas membuat usaha ini masih memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan,” tutur Hotnida.

Dalam hal budidayanya sendiri, yang menjadi kunci keberhasilan usaha ternak ulat sutra putih yakni ketersediaan daun murbei. Ada baiknya petani tidak hanya membeli daun murbei, tetapi memiliki kebun murbei sendiri untuk menekan biaya produksi.

Menurut Gozali Gandasasmita, owner Rumah Sutera Alam, menjaga kebersihan kandang ulat sutra putih juga penting, terutama saat ulat masih kecil (umur 0-12 hari). Ulat sutra putih kecil sangat rentan/tidak tahan terhadap bau-bauan, misalnya bau rokok dan parfum. Sehingga orang atau pekerja yang masuk kandang tidak boleh mengandung aroma tersebut.

Tak hanya itu, kaki atau alas kaki yang akan masuk ke kandang ulat sutra kecil juga harus disemprot cairan desinfektan terlebih dahulu. Kandang ulat sutra putih ukuran besar (umur di atas 12 hari) juga tidak boleh lembab. Caranya, menurut Gozali adalah dengan membersihkan kotoran ulat dan kandang setiap dua hari sekali, dan merancang kandang dengan ventilasi yang baik, agar ulat mendapat sirkulasi udara yang cukup.

Selain itu, peternak ulat sutra pun sebaiknya menyediakan seriframe (wadah terbuat dari plastik bentuk persegi panjang seperti sarang) pada kandang sebagai wadah proses pengokonan sang ulat. Satu unit seriframe biasanya berukuran 60 x 40 x 10 cm dan mampu menampung sekitar 250-300 butir telur. Sedikitnya, dibutuhkan sekitar 60 unit seriframe untuk pemeliharaan satu boks telur.

Lebih lanjut Gozali menuturkan, peternak pun ada baiknya mengecek seriframe tersebut untuk menjaga agar tidak banyak ulat yang membuat kokon secara gabungan. Sebab kalau tidak, ulat yang membuat kokon secara gabungan itu dapat merusak kualitas kokon sehingga tidak bisa dipintal.

Sumber: Jitunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here