Indonesia Impor 80% Bahan Baku Susu

0
13

Jakarta – Produksi susu segar dalam negeri te­rus turun, sementara permintaan me­ningkat. Untuk memenuhi produksi susu nasional dipenuhi dari bahan baku susu impor (skim powder) sekitar 80% dari kebutuhan nasional.

“Produksi susu dalam negeri saat ini tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat dalam negeri yang sema­kin tinggi. Sehingga dipenuhi dengan impor. Hampir 80% bahan baku susu, kita impor,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Ke­men­terian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta da­lam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2).

Adapun kurangnya pasokan bahan baku susu dari dalam negeri, turut dipicu menurunnya kualitas sapi perah sebagai penghasil produk susu itu sen­diri.

“Banyak masalah menyebabkan pro­duksi susu nasional semakin menu­run antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya harga bahan baku pakan kon­sentrat, penurunan genetik sapi pe­rah dan manajemen peternakan yang be­lum optimal,” kata Wayan.

Ia mengatakan penurunan produksi susu nasional terjadi sejak sejak ke­luarnya Inpres No. 4 Tahun 1998 yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 ten­tang Persusuan.

Menurutnya, perlu pengaturan ter­kait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu, selain membangun koperasi susu nasional.

Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) mengatakan produksi susu segar dalam negeri hanya sekitar 18% dari kebutuhan sehingga sisanya harus diimpor.

Padahal saat ini harga susu dunia mengalami penurunan akan tetapi se­luruh produksi susu peternak tetap ditampung oleh industri pengolah susu sesuai dengan komitmen, yang diikuti dengan peningkatan kualitas susu.

Kendala utama dalam pengem­bangan usaha sapi perah adalah keter­batasan lahan peternakan, GKSI ber­harap agar Lahan milik Pemerintah (Ta­nah Perhutani dan atau perke­bu­nan) dapat disewakan kepada koperasi untuk penanaman rumput. Oleh karena itu, harus ada kebijakan yang radikal terhadap permasalahan lahan agar swasembada tahun 2020 bisa tercapai.

Sumber: Analisadaily.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here