Rumah Puteri, Produk Craft Yang Dilirik Pasar Luar Negeri

0
8

Pemilik Rumah Puteri, Ari Nurul Hidayah, mengaku selama ini mempromosikan produknya melalui media sosial seperti website www.rumah-puteri.com, facebook dan twitter. Selain itu, ia juga mengikuti ajang pameran inacraft, rumah puteri at trade expo 2015, Indonesia Fashion Week, dan sebagainya.

“Saya lebih sering menggunakan media sosial, untuk melakukan promosi produk. Tidak hanya itu, saya juga menjadi bina mitraan dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Jadi setiap event pameran pasti diundang menjadi peserta pameran,” tutur Ari saat ditemui Merahputih.com, di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Selasa (26/1).

Ari menjelaskan saat menjadi bina mintraan LLP-UKM, ia cukup terbantu dari segi promosi dan financial. selain dapat promosi produk, juga mendapat bantuan modal yang dikucurkan oleh pemerintah melalui LLP-UKM.

“Saya sangat terbantukan dari sisi permodalan dan promosi,” tuturnya.

Dalam Negeri

Dengan berbagai bentuk promosi itu, Ari mengaku saat ini permintaan produknya lebih banyak berasal dari masyarakat tanah air, mulai dari Aceh, Kalimantan, dan Papua. Di samping itu, permintaan produknya juga sudah mencapai ke luar negeri seperti Malaysia, Singapore, dan Brunei Darussalam.

“Kalau Brunei kami masih dalam proses kerjasama dari pihak sana, tapi ada beberapa kalangan disana suka produk kami,” terangnya.

Dengan pangsa pasar yang luas, secara keseluruhan, Ari mampu menjual produknya sebanyak 625 pcs/bulan, mulai dari badcover, tas, dompet, dan sebagainya. Omset kotor yang diperoleh sekitar Rp 156,2 juta perbulan.

rumahputri2

Jika dipangkas berbagai jenis pengeluaran seperti bahan baku Rp30 juta, dan gaji karyawan Rp10 juta. Maka, perbulan Ari dapat mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp116,2 juta. Woow, lumayan besar bukan?

Menurut Ari, prospek bisnis ini sangat menjanjikan kedepannya. Pasalnya, produk kreatif sangat jarang ditemukan di pasaran. “Produk kami memang jarang ditemukan di pasaran, jadi peminatnya banyak.

Ia pun optimis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) produknya mampu bersaing dengan produk impor yang semakin menjamur di Indonesia.

“Saya yakin betuk produk handmade buatan saya dapat bersaing dengan produk impor,” tandasnya.

Sumber: Merahputih.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here