Musim Hujan, Sepatu Ini Semakin Banyak Diburu

0
98

JAKARTA — Sepatu yang harganya ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah tentunya akan sangat sayang jika harus rusak karena terkena hujan. Kegelisahan tersebut dirasakan Yuza Muhammad Riza yang sering pulang pergi ke lokasi kerja naik motor.

Dia pun mencari produk untuk mencegah sepatunya rusak ketika musim hujan. Sayangnya produk yang dicari tidak ada ditemukan di pasaran.

Kondisi tersebut ternyata menjadi ide bisnis yang mampu mendatangkan omzet puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah. Sepatu yang disebutnya sebagai sepatu hujan itu dipasarkan dengan merek Cosh.

Yuza menggunakan bahan parasut untuk membuat sepatu yang tidak tembus air dan tetap kuat saat dipakai di musim hujan.

“Sebenarnya ni lebih kayak jas hujan yang fungsinya sebagai pelindung sepatu,” kata Riza yang mulai berbisnis sejak lima tahun lalu.

Dengan modal sekitar Rp2 juta, dia mendatangi tukang tas di daerah Surabaya dan meminta dibuat model sepatu hujan yang sederhana.

Sekitar 50 pasang sepatu awal yang dia pasarkan lewat internet itu ternyata langsung disukai pembeli. Yuza pun berpikir untuk menyeriusi bisnisnya.

Dia terus melakukan pengembangan bentuk produk dan desain. Kini dia memproduksi sepatu hujan dari berbagai warna. Dalam sebulan Yuza mampu menjual sekitar 5.000 – 7.000 pasang sepatu hujan.

Saat ini persaingan dalam bisnis sepatu hujan sudah cukup ketat karena, menurutnya, banyak pemain baru yang terjun dalam bisnis ini.

Akan tetapi Yuza tidak takut bersaing. Strategi yang dia lakukan, selain menjaga kualitas, adalah membuat produk beragam agar dapat memasuki pasar yang luas.

Ada tiga jenis produk sepatu hujan yang dia pasarkan yakni sepatu hujan anak-anak, sepatu hujan dewasa serta sepatu hujan safety untuk konsumen yang menggunakan sepatu berukuran besar. Harganya dibanderol mulai dari Rp35.000, Rp40.000 serta Rp130.000.

“Yang paling mahal adalah sepatu hujan safety, yang terbilang segmen premium. Pasarnya tidak terlalu besar tetapi belum banyak dilirik pesaing lain,” katanya.

Pria 36 tahun menilai bisnis sepatu hujan masih sangat prospektif, apalagi pada saat musim hujan seperti saat ini. Di sisi lain, peluang pasar pun sangat besar dilihat dari peningkatan pemotor yang selalu bertambah setiap tahun.

Dari pengalamannya, bisnis ini juga cukup menguntungkan meski harganya tidak terlalu mahal dibandingkan sepatu lain seperti sepatu kulit.

Dari penjualan sepatu dengan sistem grosir mampu mendatangkan laba sekitar 10-15% dari omzet kotor.

Untuk menyebarkan semangat wirausaha, Yuza juga menawarkan kesempatan untuk menjadi reseller, agen maupun distributor. Minimum pemesanan bagi reseller yakni 50 pasang sepatu per bulan, sedangkan distributor 500 pasang sepatu per bulan.

Saat ini, Cosh memiliki 20 distributor sepatu yang tersebar di berbagai kota di Indonesia serta satu distributor di Belanda.

“Karena sejak awal saya bermain di ranah penjualan online, saya sudah belajar bagaimana cara pemasaran yang paling efektif. Cara ini saya rangkum dalam tutorial yang selalu saya berikan kepada para reseller sebagai panduan saat mereka memasarkan produk,” jelasnya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here