“Satu Tahun Mengajar, Seumur Hidup Memberi Inspirasi” – Bung Karno

0
10
Peserta sharing “Branding untuk UKM” dari BukanAkademi pertama di bulan April 2014.

Sejak Februari 2014, Pak Bi memulai sharing tentang “Membangun Brand untuk UKM”. Salah satu pengundang pertama adalah team MemberiID dimana mas Yuswohady meminta Pak Bi untuk sharing pengalaman membangun Brand2 di Indonesia serta berkenalan dengan teman2 UKM. Di periode ini, Pak Bi lebih banyak memberikan sharingnya di dalam kota Jakarta dan paling jauh Bandung.

Bulan April 2014, Pak Bi mulai menerima undangan teman2 UKM untuk sharing tentang Brand dalam rangka menghadapi MEA di akhir 2015. Sharing Pak Bi ini sifatnya gratis dan dilakukan dibawah bendera BukanAkademi. Pengundang pertama BukanAkademi adalah nama akun @GitJun atau Gita yang memiliki usaha pempek buatan ibundanya. Seperti yang dilakukan Pak Bi pada saat awal terbentuknya Akademi Berbagi, Gita pun diminta Pak Bi untuk mengumpulkan 20 teman2 UKM untuk mendengar sharing Branding dari Pak Bi. Mengenai tempat, kebetulan kawan kami, yaitu Velly Kristanti, menyediakan tempat secara gratis di lokasi restaurant miliknya, yaitu Klenger Burger di daerah Tebet.

Peserta sharing “Branding untuk UKM” dari BukanAkademi pertama di bulan April 2014.
Peserta sharing “Branding untuk UKM” dari BukanAkademi pertama di bulan April 2014.

Sejak itu, semakin banyak teman2 UKM di daerah yang mengundang Pak Bi. Berikut kota-kota yang disinggahi Pak Bi selama tahun 2014 dimana beberapa kota mendapat kunjungan lebih dari 1x :

  1. Jakarta
  2. Bandung
  3. Malang
  4. Surabaya
  5. Semarang
  6. Jogja
  7. Solo
  8. Klaten
  9. Makassar
  10. Cirebon
  11. Manado
  12. Pekanbaru

Pak Bi menghentikan kegiatan sharing selama bulan puasa serta mengurangi perjalanan keluar kota di semester 2 tahun 2014 karena Pak Bi fokus untuk memulihkan kesehatannya. Perjalanan keluar kota cukup menguras tenaga. Dalam banyak kesempatan, Pak Bi terpaksa harus berhenti di tengah-tengah presentasi karena sesak nafas, terutama jika ruangan terlalu dingin. Di masa ini juga merupakan waktu untuk mempersiapkan program-program RumahUKM.

Menginjak tahun 2015, perjalanan sharing pun dilakukan kembali oleh Pak Bi sejak awal tahun. Selain sharing dan kelas Branding di Jakarta, Bandung, Cirebon dan Surabaya yang paling sering dikunjungi, beberapa kota baru juga disinggahi Pak Bi, antara lain :

  1. Cianjur
  2. Depok
  3. Bogor
  4. Purwakarta
  5. Padang
  6. Batam

Undangan Pak Bi sebagai pembicara di seminar-seminar pun tak kalah menariknya, beberapa merupakan undangan dari Universitas seperti UI, Unair, Undip dll serta instansi-instansi lain. Di sini kami menemukan bahwa tidak hanya pelaku UKM yang memerlukan pengertian tentang Brand, tetapi juga pelaku usaha, pemegang keputusan bahkan mahasiswa dan pelajar pun perlu mendapat pengertian yang benar tentang Branding.

Hal ini yang menjadi dasar Pak Bi untuk meneruskan kelas Branding di tahun 2016 namun dalam bentuk yang berbeda. Jika sebelumnya lebih banyak menyediakan waktu untuk memberikan pengetahuan tentang Branding kepada sebanyak2nya peserta seminar atau sharing, mulai tahun ini Pak Bi memberlakukan Workshop dengan tujuan membantu UKM-UKM untuk bersiap memperkuat brand-brand masing-masing agar siap menghadapi tantangan dan kompetisi di era MEA.

Mengapa Workshop? Menurut Pak Bi, peserta seminar hanya menyerap 10% dari materi, jika ditambah audiovisual kemampuan serap menjadi 20%, jika dalam discussion maka penyerapan akan bertambah menjadi 50%. Sedangkan dalam bentuk workshop atau practice doing peserta akan menyerap 75% dari materi. Hal ini menjadi dasar RumahUKM bersama Pak Bi akan melakukan Workshop untuk mempercepat penyerapan materi. Pak Bi ingin mempercepat proses pembelajaran agar semakin banyak yang pintar 🙂

learning-pyramid

Yang menarik bagi saya bukan hanya di materi sharing Pak Bi, tetapi bagaimana Pak Bi dapat membangun personal branding-nya sebagai Praktisi Branding (atau Pakar Branding atau Master Branding Indonesia – begitu beliau dibranding oleh teman2 social media) melalui sharing Branding untuk UKM. Awal sharing hanya melalui social media, utamanya Twitter dan kemudian berlanjut ke Facebook. Hanya perlu waktu 1 tahun sejak tahun 2014, namun dampaknya sangat terasa.

Seperti yang Pak Bi selalu sampaikan di banyak kesempatan, BRAND adalah IKATAN EMOSI antara pengguna dengan produknya. Semakin besar ikatan emosi yang terjalin, akan semakin besar makna Anda karena BRAND adalah Nama yang ber-Makna.

Semangat terus untuk berbagi ilmu, Pak Bi…kehadiran Pak Bi sangat dibutuhkan oleh banyak orang.

 

Dwita Y. Soewarno

Penulis adalah Direktur PT Brand In Action dan Kepala BukanAkademi, divisi pendidikan RumahUKM.

 

Disadur dari blog pribadi Ibu Dwita Soewarno dengan beberapa penyuntingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here