Kola, Aplikasi Mobile bagi Para Pelaku UKM

0
8
Founder aplikasi mobile, Dani Purnama (tengah), Idham Budiman (kanan), dan Hendi Tridianto memperlihatkan aplikasi Kola yang dibuatnya pada acara soft launching di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/1) (M. Ilham Pratama/PRLM)

Bandung – Di era serba digital, tidak ada yang tak mungkin untuk di lakukan. Bahkan, bermodalkan sebuah perangkat mobile seseorang dapat menjadi pimpinan sebuah usaha yang dijalankannya.

Kini, angka pengguna smartphone dan internet di dunia terus meningkat setiap saatnya. Termasuk Indonesia yang diketahui sebagai salah satu pengguna terbesar di jagat raya ini.

Banyak hal yang dilakukan oleh pengguna. Mulai dari sebagai alat komunikasi, penunjang pekerjaan, bisnis atau berdagang, hingga hanya untuk menunjang gaya hidup.

Berbicara pertumbuhan penggunaan smartphone dan internet yang bertumbuh pesat di Indonesia, sudah sepatutnya masyarakat mulai menggunakan perangkat tersebut dengan maksimal. Bisa sebagai media peluang bisnis, atau membuka lapangan pekerjaan baru, sekalipun dikerjakan oleh seorang diri.

Belakangan ini, perkembangan aplikasi mobile bertumbuh pesat juga. Bahkan, banyak mereka yang awalnya menggunakan desktop beralih ke perangkat mobile. Alasannya mudah, perangkat tersebut dapat digunakan dan dibawa kemana-mana, murah, cepat, dan efektif.

Melihat fenomena ini, sekelompok pegiat IT asal Bandung yang dimotori oleh tiga orang yaitu Dani Purnama, Idham Budiman dan Hendi Tridianto, berinisiatif membuat sebuah konsep layanan pembuatan aplikasi mobile untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dikatakan Dani Purnama selaku Founder PT Kreasi Sukses Parahyangan, konsep layanan ini diberi nama Kola. Kola mengambil dari kata Kolaborasi.

“Artinya, mempunyai misi sebagai jembatan bagi masyarakat yang ingin membuat Aplikasi Mobile dengan murah, mudah, cepat dan efektif. Kami ingin masyarakat mulai menyadari pentingnya mengikuti perkembangan teknologi. Jadilah pelaku, jangan hanya menjadi market. Begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan mengikuti perkembangan teknologi sekarang. Salah satunya setiap orang sekarang dapat memiliki aplikasi mobile nya sendiri,” jelasnya saat soft launching Kola, di Masion Pine, Kota Baru Parahyangan, Bandung, Minggu (10/1/2016).

Caranya, cukup membeli starter pack dari Kola yang dibanderol dengan harga Rp 3,8 juta untuk android dan Rp 5,8 juta untuk iOS dan android. Maka pengguna sudah dapat membuat aplikasi mobile sesuai yang diinginkannya, baik itu untuk Android ataupun untuk iOs. Mulai dari nama aplikasi, tampilan, isi atau konten, hingga update barang atau produk yang ditawarkannya. Tanpa harus pusing memikirkan proses pemograman, mengurus server, maintenance, apalagi harus mengeluarkan biaya yang mahal.

“Konsep layanan pembuatan aplikasi mobile ini ditujukan untuk kita semua. Siapapun Anda, apapun jenis usaha dan aktivitasnya baik itu personal, perusahaan, komunitas maupun toko, sekarang bisa memiliki aplikasi mobile sendiri,” jelasnya.

Adapun fitur yang kini disiapkan oleh Kola yakni, berita atau blogs, online store, KOLAborasi (marketplace), forum, event. biography (about). Kemudian kontak, tautan timeline sosial media (Facebook, Twitter, Instagram). Semua fitur dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemilik aplikasi.

“Kedepannya akan ada fitur yang dapat dipergunakan oleh pengguna, seperti menu makanan, discography music, info kamar atau fasilitas hotel, showroom mobil, dan lokasi-lokasi aplikasi terdekat,” jelasnya.

“Misi kami adalah menciptakan 1 juta orang CEO dengan layanan kami, dengan memiliki aplikasi mobile nya sendiri maka orang tersebut dapat mempunyai usaha dan perusahaannya sendiri. Terlebih kami menyiapkan sebuah fitur unggulan yang kami beri nama KOLAborasi (marketplace) yang bisa diaktifkan oleh semua pengguna layanan kami. Pada fitur ini, pemilik aplikasi mobile dapat memilki marketplace yang berisi produk-produk dari pemilik aplikasi mobile lainnya,” ujar Dani.

Menariknya, menurut Dani orang yang tidak punya barang tetapi memiliki aplikasi, tetap dapat berjualan. Jadi, pada fitur KOLAborasi ini pemilik aplikasi dapat memasarkan produk milik aplikasi lain di dalam aplikasinya. Pemilik aplikasi diberi keleluasaan untuk memilih kategori produk yang akan dipasarkan di aplikasinya dan apabila terjadi penjualan melalui aplikasinya maka pemilik aplikasi akan mendapatkan komisi penjualan.

 

Sumber: pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here