PNM sebut UKM Indonesia masih kalah dibanding Thailand dan Malaysia

0
18

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mengungkapkan tantangan sektor usaha kecil dan mikro (UKM) di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangatlah besar. Kompetensi pelaku UKM Tanah Air masih kalah atau berada di bawah negara Thailand dan Malaysia.

Selain itu, pelaku UKM juga tidak akan mudah untuk membangun jaringan secara langsung, sehingga tantangannya adalah bagaimana membangun jaringan terlebih dahulu sehingga memperluas jaringan ULaMM menjadi suatu hal yang penting.

“Kompetensinya dilihat dari berbagai hal seperti dalam hal produksi produk UKM, teknologi, pemasaran, social capital atau pembentukan jaringan sehingga dibutuhkan integrasi yang kuat antara pelaku UKM dengan pemerintah,” ungkap Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, dalam siaran pers, Jumat (1/1).

Parman pun menjelaskan untuk mengatasi tantangan tersebut maka dibutuhkan dukungan non financial dalam rangka pengembangan usaha bagi UMKMK yang telah PNM berikan sejak awal berdiri di 1999. Selain aktifitas pembiayaan, kegiatan Jasa Manajemen yang dipadukan PNM dalam rangka pengembangan UMK, akan terus dikembangkan berupa Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Parman menambahkan PNM menargetkan perluasan kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) di seluruh wilayah Indonesia. Pada 2017 mendatang, kantor ULaMM akan diperluas menjadi 1.200 kantor dari saat ini 714 kantor.

Parman mengatakan anggaran perluasan kantor cabang ini akan menggunakan dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun. Selain pembukaan kantor cabang, PNM juga akan menggunakan dana PMN untuk memperkuat struktur modal.

Pada saat ini, lanjut Parman, kantor ULaMM berada di 27 provinsi di Indonesia sehingga pada 2017 diharapkan bisa menjangkau keseluruhan 34 provinsi di seluruh Indonesia. Wilayah yang belum mempunyai kantor ULaMM adalah Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat.

“Hal ini dikarenakan UKM harus dekat dengan pasar yang ada dan pelaku usaha. Sehingga saya merasa optimis perluasan kantor ULaMM ini akan tercapai pada 2017 nanti,” ujar Parman.

Hingga penutupan bulan November 2015, PNM telah menyalurkan modal usaha melalui ULaMM sejak awal berdiri pada 1999 sebesar Rp 15,46 triliun dengan penerima manfaat ULaMM mencapai 2.532.161 pelaku UMK dan khusus di 2015, PNM telah memiliki dan membina sebanyak 384.000 pelaku UMK.

Sedangkan pada 2014, PNM menyalurkan pembiayaan melalui jaringan ULaMM hingga Rp 3 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 7,14 persen ketimbang target PNM yakni Rp 2,8 triliun.

“Demi memenuhi target itu, PNM pada 2015 memekarkan jaringan cabang dari 26 menjadi 62 kantor,” katanya.

Sebagai informasi, PNM bertugas menciptakan sebanyak mungkin pengusaha baru dari kalangan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK). Oleh sebab itu PNM membentuk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada tahun 2008.

ULaMM merupakan layanan pinjaman modal untuk usaha mikro dan kecil yang disertai bimbingan untuk mengembangkan usahanya. Tujuannya adalah membantu usaha mikro dan kecil agar terus berkembang sekaligus mempercepat kemajuan usahanya. Dukungan tersebut meliputi pemberian konsultasi, pelatihan, pendampingan maupun pengelolaan keuangan dan akses pasar.

Sumber: Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here