Skeleton Helmet Pelindung Helm Dari Air, Debu Dan Goresan

0
9
Skeleton helmet (Bisnis/Nenden Sekar Arum)

JAKARTA – Helm merupakan salah satu benda yang paling penting dan berharga bagi pengendara sepeda motor. Pada musim hujan seperti saat ini, seringkali helm menjadi basah karena kehujanan saat disimpan di tempat parkir. Hal itu menyebabkan helm tidak nyaman digunakan dan bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Untuk melindungi helm dari risiko tersebut, dibutuhkan pelindung khusus yang antiair. Namun, produk helmet cover ternyata masih jarang ditemukan. Bilapun ada, kualitasnya tidak begitu baik dan hanya dibuat dari bahan parasut biasa.

Berangkat dari masalah tersebut, Yayan Surohman dan teman-temannya membuat sebuah produk inovatif yang diberi nama Skeleton Helmet. Produk tersebut berfungsi sebagai pelindung helm dari hujan, debu, dan goresan.

“Setiap tahun, pemilik kedaraan bermotor roda dua semakin banyak, dan secara langsung penggunaan helm juga ikut naik. Hal itu kami lihat sebagai segmen pasar yang cukup besar,” katanya.

Menurutnya, salah satu kelebihan Skeleton Helmet berada pada bahan baku yang lebih berkualitas, serta desain produk yang lebih elegan. Selain itu, konsumen juga bisa memilih desain sablon sesuai dengan keinginan.

Adapun, produk yang awalnya diciptakan sebagai proyek tugas kuliah tersebut dibuat dalam satu ukuran yang bisa digunakan untuk semua ukuran helm. Di sisi lain, Skeleton Helmet tersedia dengan dua warna pilihan yakni hitam dan cokelat.

“Sementara ini baru ada dua warna karena keterbatasan bahan baku. Namun, untuk desain sablon warnanya tidak terbatas dan disarankan untuk menggunakan warna cerah,” katanya.

Untuk satu unit helmet cover dibanderol dengan harga Rp70.000, sedangkan produk dengan desain sablon khusus dijual dengan harga Rp80.000-Rp85.000 tergantung dengan kerumitan dan pilihan warna desain. Sementara itu, proses pengerjaan produk customized tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari.

Dari harga jual yang telah ditetapkan tersebut, Yayan bisa mengantongi margin keuntungan sekitar 30% setelah dipotong biaya belanja bahan baku dan ongkos produksi.

Karena masih dalam tahap rintisan, Skeleton Helmet yang diproduksi di bawah bendera Kangaroo Company tersebut diproduksi terbatas maksimal 10 unit per hari. Jangkauan pemasarannya pun masih di kawasan Banten dan sekitarnya.

“Saat ini pemasarannya masih melalui media sosial melalui akun Instagram @kangaroo.company, juga memasarkan langsung kepada rekan-rekan terdekat,” paparnya.

Pria berusia 24 tahun itu juga mengaku salah satu tantangan terberat yang dihadapi ketika menjalankan bisnis ini adalah produk kompetitor yang harganya lebih murah. Menurutnya hal tersebut bisa menggerogoti pasarnya yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Untuk itu, dalam waktu dekat Skeleton Helmet akan lebih gencar dipromosikan dengan menyasar target pasar kalangan menengah ke atas, juga segmentasi karyawan dan pegawai yang setiap hari berkendara roda dua.

“Kami juga ingin mengedukasi pasar bahwa pelindung helm ini tidak hanya untuk digunakan pada musim hujan saja, tetapi pada semua musim supaya helm terlindung dari debu dan goresan,” katanya.

Dia juga optimistis inovasi produk buatannya ini akan bisa diterima pasar selama masih ada pengguna kendaraan roda dua, serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merawat helmnya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here