Implementasi MEA 2016, BI: Tantangan Ekonomi RI Semakin Berat

0
94
Ilustrasi ASEAN

SEMARANG – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah-DIY menyatakan tantangan ekonomi Indonesia ke depan semakin berat seiring dengan pelaksanaan masyarakat ekonomi Asean (MEA).

“Pada MEA mendatang Indonesia harus bisa bersaing dengan negara-negara di Asean,” kata Kepala BI Kanwil V Jateng-DIY Iskandar Simorangkir di Semarang, Jumat (11/12/2015).

Menurut dia, Indonesia tidak hanya harus bersaing untuk menguasai pasar luar negeri tetapi juga dalam negeri. Di dalam negeri, katanya, Indonesia harus siap menghadapi masuknya industri dari negara lain.

“Tidak hanya harus menghadapi industri tetapi Indonesia juga harus menghadapi sumber daya asing yang nantinya akan masuk ke Indonesia,” katanya.

Pihaknya berharap, jangan sampai Indonesia justru hanya menjadi penonton saat pelaksanaan MEA mendatang. Meski demikian, pihaknya tidak memungkiri jika Indonesia kalah bersaing maka hanya bisa menjadi penonton.

Menurutnya, salah satu hal yang menentukan Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asean, adalah menahan laju inflasi dalam negeri.

“Inflasi ini tergantung dari kondisi ekonomi dalam negeri. Untuk inflasi saat ini masih terpengaruh oleh pelemahan ekonomi yang terjadi sejak awal tahun 2015,” katanya.

Menurut dia, meskipun pada kuartal IV/2015 kondisi ekonomi sudah mulai membaik, dampak pelemahan sebelumnya masih terasa.

Pihaknya memprediksi, untuk inflasi hingga akhir tahun ini diperkirakan di kisaran tiga persen, sedangkan untuk inflasi di bulan terakhir, yaitu Desember diperkirakan 0,3%-0,4%.

“Mudah-mudahan inflasi dapat terkendali agar memberikan dampak baik bagi daya saing industri sekaligus daya beli pasar, khususnya dalam negeri,” katanya.

Sumber: Bisnis.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here