UMKM Padang Panjang Harus Punya Jaminan Purna Jual Yang Memuaskan Konsumen

0
43

Padangpanjang – Masyarakat Ekoinomi Asean (MEA) berdampak langsung pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk pemenrintah daerah terus melakukan inovasi agar UMKM mampu bersaing dalam pasar internasional. Menurut Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Perindustrian dan Perdagangan Padang Panjang Arpan MEA bukanlah satu ancaman, jika indrustri UMKM melakukan perbaikan, dan meningkatan mutu kualitas produknya.

“Kalau kita jadikan ancaman, sudah pasti akan membuat pelaku usaha pasrah menghadapi kondisi itu. Keunggulan pelaku usaha yang ada di Padang Panjang dalam menghadapi MEA harus ditonjolkan, selain keunikan, nilai seni, budaya dan cara produksi akan menjadi nilai tambah memperkuat daya saing dalam merebut pasar ekspor,” ujar Arpan di Padang Panjang

Menghadapi pasar MEA itu diperlukan inovasi dan terobosan baru dari setiap produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha, sehingga mampu bersaing dipasaran. Tantangan pasar MEA terhadap pelaku usaha cukup banyak, seperti standar produk harus sesuai dengan ketentuan MEA.

Selain itu tambah dia, desain dan kualitas produk harus sesuai selera pasar. “Produk pelaku usaha harus memiliki jaminan purna jual yang memuaskan konsumen,” katanya.

Sementara peluang pasar MEA terhadap pelaku usaha di Padang Panjang cukupm baik, karena hambatan perdagangan cenderung berkurang.

Penerapan MEA membuat Asia Tenggara menjadi wilayah kesatuan pasar bebas dan produksi dimana arus keluar masuk orang dan barang di kawasan ASEAN hampir tidak memiliki batasan. Sektor usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) merupakan sektor penting yang akan terkena dampak penerapan MEA itu. “UKM yang miskin akan inovasi dan cenderung pasrah akan tergilas oleh kondisi itu,” katanya.

Sumber: Kinciakincia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here