Tenun Songket Sumatra Selatan Menuju “Warisan Dunia”

0
6
Suasana pembukaan pameran "Ragam Songket Nusantara & Tradisi Tenun Serupa" atau " Indonesian Songket & Similar Weaving Traditions" di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu (19/8). (PR)

Jakarta – Tenun songket kini tengah berproses agar diakui sebagai salah satu warisan dunia yang harus dilestarikan. “Sejarah Songket sudah ratusan tahun sejak zaman Kerajaan Sriwijaya yang sampai sekarang masih lestari. Kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya sebagai milik bangsa Indonesia”, kata Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dalam sambutan acara peluncuran pelestarian warisan budaya songket Sumatera Selatan menuju warisan dunia, di Kota Palembang, Sabtu (21/11) sebagaimana dalam siaran pers yang diterima SP Minggu (22/11).

Gubernur menambahkan, agar kain tenun songket Sumsel masuk dalam jajaran warisan dunia di UNESCO, sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Kain tenun songket kini bukan hanya kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, melainkan sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Dan selanjutnya akan menjadi kebanggaan warga dunia sebagai satu warisan yang harus dilestarikan,” imbuh Alex Noerdin.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang mewakili Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, menyebutkan, pemerintahan Presiden Jokowi saat ini memang tengah gencar membangun dan meningkatkan industri kreatif berbasis budaya.

Salah satunya adalah para UKM perajin kain tenun songket di Sumatera Selatan. “Hal itu sejalan dengan visi bangsa ini ke depan, yaitu mewujudkan bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” kata Puspayoga.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Puspayoga, banyak hal yang harus dilakukan dan diperkuat agar bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang kuat‎ dan produk yang berdaya saing tinggi.

“Oleh karena itu, dalam kondisi lesunya ekonomi global saat ini, diperlukan pembangunan masyarakat yang mampu menjadikan tantangan sebagai peluang. Salah satunya, membangun ekonomi masyarakat berbasis budaya”, tegas Puspayoga.

Terkait itu, tugas pemerintah adalah memberikan pendampingan, akses permodalan, hingga membuka jaringan pemasaran‎, bagi seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis budaya di seluruh Indonesia.

“Ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat, harus memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah agar berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” kata Puspayoga seraya menyatakan bahwa kain tenun songket Sumsel merupakan salah satu tekstil terbaik di dunia.

Terkait‎ Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan segera berlangsung, Puspayoga menekankan agar seluruh masyarakat Indonesia siap dalam menghadapinya.

“Caranya, seluruh rakyat Indonesia harus mencintai dan memakai produk buatan dalam negeri. Hal itu juga merupakan perwujudan dari program Revolusi Mental yang terus kita gaungkan, agar menjadi satu bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” imbuhnya.

Dalam peta persaingan global tersebut, Puspayoga juga mengajak segenap kompenen bangsa untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kuat. “Kita wajib percaya diri karena kita memiliki banyak sumber daya alam, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menyatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, menteri koperasi dan UKM menyerahkan beberapa program strategis untuk mengembangkan koperasi dan UMKM di Sumatera Selatan, di antaranya menyerahkan izin usaha mikro dan kecil (IUMK), penyerahan akta notaris kepada lima koperasi, kredit dana bergulir LPDB untuk dua koperasi, dan penyerahan hak cipta motif songket Palembang kepada dua UKM songket.

Sumber: Beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here