UKM tak Terhantam Gejolak Ekonomi karena Fleksibel

0
26
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Jakarta – Negara-negara anggota ASEAN pada dasarnya bergantung pada kekuatan UMKM mereka. Hal ini pun menjadi relevan dalam pengintegrasian UMKM ASEAN. Sehingga banyak program pembiayaan yang masih dilakukan, tetapi tidak semua bisa berhasil.

“UMKM bisa menghadapi gejolak ekonomi karena fleksibilitasnya,” tutur Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyampaikan hal tersebut dalam ASEAN Small Medium Enterprise (SME) Partnership 2015, seperti dikutip dalam siaran persnya, Senin (16/11/2015).

Oleh karena itu, imbau dia, pengembangan UMKM di negara ASEAN perlu dipercepat, sehingga meningkatkan daya saing dan akses keuangan, serta akses pembiayaan yang fleksibel. “Akses keuangan yang mudah dan murah juga didukung dengan subsidi dan bunga yang rendah,” kata dia.

Menurut Muliaman, Indonesia bisa menjadi laboratorium untuk membuka akses keuangan SME. Indonesia dengan 50 persen GDP diperoleh dari UMKM, 97 persen penyerapan tenaga kerja oleh UMKM, dan bahkan terdapat 57,9 juta UMKM di Indonesia. Indonesia memiliki sejarah dalam pembiayaan UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dia menambahkan, kekhawatiran terhdap UMKM seperti lemahnya manajerial, kapasitas, dan kapabilitas serta jauhnya UMKM dari akses pembiayaanlah yang menyebabkan UMKM tidak berkembang.

“Saat ini untuk UMKM Indonesia aturan sedang kita siapkan, awal tahun depan peraturan selesai, kita bisa undang UMKM mana saja namun UMKM akan didampingi oleh perusahaan yang disebut underwriter dan terdaftar di pasar modal,” jelasnya.

Dia pun akan mengupayakan terhadap pembiayaan UMKM yang difokuskan dengan pendanaan yang sesuai dengan kapasitas UMKM. Meski skala pembiayaan masih dalam rumusan, namun pendanaan sudah disiapkan dan bisa diimplementasikan di awal 2016.

“Akan ada penyederhanaan dan pembatasan. Untuk kapasitas UMKM, tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. Jika terlalu besar masuk jalur normal. Dari perizinan juga sangat dibedakan dengan yang berlaku secara umum. frekuensi perdangangan apakah bisa dibatasi atau tidak. area tersebut akan dibatasi mana yang masuk papan UMKM dan yang umum. Skala pembiayaan masih diformulasikan dan awal tahun sudah bisa dipastikan,” pungkasnya.

Sumber: Metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here