Festival Dodol Jadi Agenda Wisata Tahunan

0
12
Pekerja mengemas dodol merek Picnic, Garut. (KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F)

BANDUNG – Festival Dodol Nusantara bakal menjadi agenda tahunan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisata, kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Segmen Pa­sar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya.

“Namanya Festival Dodol Nusantara, tahun depan akan kita ajak provinsi lain, Kalimantan, Sumatera, dan lebih besar,” katanya saat membuka Festival Dodol Nusantara 2015 di Lapangan Kerkof Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (14/11/2015) malam.

Ia menuturkan festival dodol di Garut merupakan pertama kali digelar oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut.

Alasan festival tersebut diselenggarakan di Garut, kata dia, karena makanan berupa dodol sudah menjadi ciri khas Garut, atau lebih terkenal dibandingkan dengan produsen dodol dari daerah lain.

“Sengaja memilih Garut karena bagi pribadi saya, waktu SMP, SMA, kalau saudara saya dari Jakarta, saya cuma satu pesan, tolong dibawakan dodol garut,” kata pria berasal dari Padang itu.

Menurut dia, promosi dodol melalui festival tersebut sudah luar biasa dan akan menjadikan dodol sebagai ciri khas Indonesia.

Tahapan pertama kegiatan festival di Garut itu, kata dia, baru disediakan 30 gerai yang diisi oleh produsen dodol dan jenis makanan lainnya.

“Untuk tahun ini 30 stan, tahun depan 60 stan,” katanya.

Ia mengatakan agenda tahun selanjutnya akan lebih dipersiapkan dengan lebih banyak kalangan pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat.

“Ini adalah awal suatu kegiatan, mudah-mudahan lebih baik lagi, keamanan semuanya akan baik,” katanya.

Seorang pengunjung festival asal Garut, Irwan, mengaku datang ke acara itu karena ingin mengetahui berbagai jenis dodol di Indonesia.

Namun, ketika datang ke acara festival dodol tersebut, katanya, hanya ada dodol yang diproduksi dari Garut, sedangkan dari daerah lain tidak ada.

“Judul festivalnya memang dodol nusantara, tapi tidak ada dari daerah lain, semua dodol dari Garut,” katanya.

Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata itu seharusnya nama acaranya tidak menyebutkan nusantara, tetapi cukup memakai nama Garut.

“Ini sih namanya festival dodol garut, bukan nusantara, stan-nya juga sedikit, dan tidak semuanya dodol,” katanya.

Sebanyak 30 gerai yang disediakan secara gratis oleh panitia diisi oleh produsen dodol dari berbagai nama perusahaan serta kuliner lainnya.

Seluruh gerai tersebut hanya satu yang dari luar daerah, yakni Kabupaten Bandung Barat, sedangkan sebagian besar lainnya dari Garut.

Festival yang diselenggarakan sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata itu menampilkan hiburan tarian, wayang golek, dan musisi Sunda Doel Sumbang.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here