Rasakan Sensasi Wisata Kuliner Sentra PKL Surabaya

0
183
Ilustrasi Surabaya

SURABAYA — Mencicipi kuliner khas di Kota Surabaya kini bisa lebih mudah dan murah. Pemerintah Kota Surabaya tengah merancang sentra-sentra pedagang kaki lima (PKL) di kota tersebut masuk ke dalam peta wisata.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Surabaya Hadi Mulyono mengatakan, dinasnya menggagas sentra PKL sebagai bagian paket pariwisata. Konsepnya, menurut Hadi, tamu-tamu yang datang berkunjung ke Surabaya, akan diarahkan untuk berkunjung ke sentra PKL dan menikmati sajiannya.

“Tentunya kami akan berupaya memberikan kepuasan yang baik. Tidak hanya makanannya enak dan higienis, juga kesehatan dan kebersihannya terjamin,” ujar Hadi saat melakukan inspeksi ke sentra PKL Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/10).

Menurut Hadi, konsep paket pariwisata sentra PKL itu sebenarnya sudah jalan di Dinkop UKM dengan bekerja sama pihak kecamatan dan kelurahan yang terdapat sentra PKL. Ke depan, menurut dia, konsep tersebut akan disinergikan dengan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) juga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

“Kita sudah siapkan dengan dinas lain. Semuanya sudah biasa kerja bareng dengan mengambil peran sesuai tupoksi masing-masing. Tetapi, kewenangan pembinaan di Dinas Koperasi dan UKM,” ungkapnya.

Hadi meyebut, Dinkop dan UKM telah membangun sentra-sentra PKL yang merata di setiap kawasan di Surabaya. Dia mencontohkan, di kawasan Surabaya Utara, salah satu sentra PKL terletak depannya gedung Bank Indonesia. Di Surabaya Pusat, Hadi menyampaikan, salah satunya ada di Taman Bungkul.

Sementara di Surabaya Selatan, kata Hadi, beberapa di antaranya ada di kawasan Siwalankerto, Jambangan dan Dukuh Menanggal.

Makanan Khas Surabaya di Sentra PKL

rawon-salah-satu-kuliner-khas-surabaya-_141030201905-294

Setiap sentra PKL di Kota Surabaya memiliki kuliner unggulan masing-masing. Kuliner unggulan inilah yang menjadi nilai jual pariwisata untuk sentra kuliner di Kota Surabaya.

“Semisal di Utara ada soto bebek, di pusat ada rawon. Di Siwalankerto ada mie. Memang lebih khusus ke kuliner, kita padukan dengan produk kelurahan. Di setiap sentra kami siapkan koperasi yang menampung produk kreasi warga,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Surabaya Hadi Mulyono.

Di sentra PKL Siwanakerto, terdapat 20 stan yang menawarkan aneka sajian kuliner. Hal istimewa, sentra PKL tersebut ramai pengunjung, terutama kalangan mahasiswa dan karyawan Universitas Kristen Petra yang lokasinya tidak jauh dari sentra PKL tersebut. Salah satu pedagang di sentra Siwalankerto, Harno menyebut, dalam sehari, ada ratusan pengunjung yang datang ke sentra PKL Siwalankerto. Sebagian besar pengunjung mereka, menurut Harno adalah mahasiswa.

“Pernah saya sehari pendapatan kotor saya mencapai Rp 2 juta. Tapi kalau kampus libur ya sepi,” tutur penjual bakso dan mie pangsit tersebut.

Hadi menyampaikan, pembangunan sentra PKL merupakan bagian dari pengembangan sentra-sentra UKM. Sentra UKM, kata dia, bukan hanya kuliner, tapi juga produk-produk lain,mulai dari busana, kerajinan hingga perhiasan.

Per Oktober 2015, Hadi melaporkan, sudah ada 48 sentra UKM yang dibangun Pemkot Surabaya. Jumlah itu masih akan terus bertambah. Dinkop UKM kini tengah membangun tiga sentra UKM baru di daerah Mulyorejo, Bratang Binangun dan di Dharmahusada.

Sumber: Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here