Jelang MEA, Yogyakarta Waspada Hadapi Produk Thailand

0
193

YOGYAKARTA – Thailand disebut sebagai negara yang wajib diwaspadai dalam persaingan pemasaran produk pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang segera dimulai dalam dua bulan lagi.

Tri Kirana Muslidatun, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta mengatakan menjelang dimulainya MEA dua bulan mendatang, pihaknya telah gencar melakukan pelatihan dan pendampingan marketing bagi UMKM yang ada di Kota Yogyakarta.

Tak hanya itu, promosi produk asli Kota Yogyakarta juga semakin digencarkan. “Dua bulan menjelang MEA, kami sudah melakukan berbagai pelatihan dan menggencarkan promosi produk. Kami juga memberikan motivasi ke masyarakat untuk bangga memakai produk asli dalam negeri,” ujarnya, Senin (12/10/2015).

Tri Kirana mengatakan produk UMKM di Kota Yogyakarta akan bersaing cukup ketat dengan produk-produk dari Thailand. Menurutnya, harga produk dari Thailand dibanderol lebih murah dibandingkan dengan harga produk dari Indonesia. Namun kualitas produk dari Thailand jauh lebih bagus.

“Produk dari Thailand perlu kita waspadai, karena harganya murah tapi kualitasnya lebih bagus. Saat ini produk Thailand sudah masuk ke Jakarta dan Medan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi persaingan tersebut, kata dia, para pengrajin di Kota Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas produknya. Tak hanya itu, hal lain yang menjadi evaluasi Dekranasda Kota Yogyakarta adalah masih tingginya standart upah pengrajin di Kota Yogyakarta. Sehingga menyebabkan harga jual produk UMKM turut terkatrol lebih mahal.

Tri Kirana mengatakan, nantinya saat MEA, UMKM yang dikhawatirkan terimbas oleh persaingan dengan negara lain di ASEAN justru adalah pengrajin level menengah ke atas. Artinya mereka yang saat ini sudah memproduksi barang dalam jumlah banyak dan distribusi yang cukup luas.

“Sementara untuk UMKM menengah ke bawah seperti yang ada di Malioboro, kami justru yakin akan tetap bertahan saat MEA. Karena mereka memiliki pasar tersendiri, yakni wisatawan yang datang ke Yogyakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi UGM Revrisond Baswir mengatakan, dalam menghadapi pemerintah perlu mengoptimalkan peran sektor ekonomi kerakyatan untuk memulihkan tren pelambatan perekonomian nasional. “Saya kira untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang perlu didorong adalah peran ekonomi rakyat,” tuturnya.

Menurut Revrisond, selain sebagai penopang langsung perekonomian masyarakat di lapisan bawah, ekonomi kerakyatan yang diwujudkan melalui usaha kecil menengah (UKM) memiliki risiko kerugian lebih kecil dibanding sektor usaha lainnya.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah perlu merealisasikan upaya untuk meningkatkan insentif bagi sektor usaha kecil menengah melalui pemberian pinjaman modal dengan bunga yang murah.

Sumber: pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here