Hadapi Pasar Bebas, Dongkrak Standar Kompetensi Kerja

0
17

Menghadapi perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini, peningkatkan kompetensi kerja perlu dilakukan. Hal itu supaya industri dalam negeri mempunyai daya saing lebih.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar, pihaknya berkomitmen meningkatkan standar kompetensi kerja. “Hal itu seperti melakukan pelatihan-pelatihan di sektor industri. Seperti di industri padat karya, misalnya untuk industri tekstil,” ujarnya saat berdialog dengan Hipmi belum lama ini. Untuk tekstil sudah ada sekolah tinggi, sehingga standar kompetensi kerja untuk tekstil sudah dilakukan. “Selain itu juga dilakukan pelatihan dibalai diklat,” jelasnya.

Lebih lanjut Haris mengatakan, selain memberikan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan standar kompetensi, pemerintah juga memberikan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM). Dengan demikian tidak dikenakan pajak bea masuk. Hal itu dimaksudkan untuk membantu pengusaha UKM, dalam rangka membantu mendapatkan bahan baku impor untuk industri.

“Sebelumnya fasilitas itu hanya untuk pengusaha besar. Pengusaha UKM nanti juga mendapatkan fasilitas itu,” jelas Haris. “Nanti akan dibuat gudang berikat untuk mendukung kemudahan ekspor untuk tujuan impor. Jadi bahan baku ada di berikat. Pengusaha kecil bisa membeli di sana. Tidak kena bea masuk impor,” pungkasnya.

Sumber: indopos.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here